Showing posts with label Penerbit Haru. Show all posts
Showing posts with label Penerbit Haru. Show all posts

[REVIEW] The Journey of Song Triplets - Shandy Claws

Thursday, July 7, 2016

Just looking at the boys, makes my lips form a smile. It may be three times as hard but the joy from it is three squared the amount. --Song Il Kook

The Journey of Song Triplets
Illustrator: Shandy Claws
Publisher: Penerbit Haru (Indonesian edition)
Layout and cover: Shandy Claws
Pages: 172 pages
Published: May 2016 (First printing)
Rating: 4.5/5 stars

---

The Journey of Song Triplets
DaeHan, MinGuk, ManSe, and their Dad, Song Il Kook

Although they are triplets, but their faces, acts, & personalities are different from each other. The only thing that they have in common is BIG APPETITE!!

They spend a day without their Mom and taken care by Dad’s super hands. Full of their mischievous acts, the triplets give Song Il Kook a tough but happy time.

Who doesn't know the Korean triplets that’s so funny and adorable? Yeah, they’re called Daehan Minguk and Manse, the Song Family's kids that has been entertaining us since 2014 from The Return of Superman’s series. Since in episodes of the 34th, many people loving the Korean triplets who was born out from the couple of Song Il Kook and Jung Seung Yeon. And if you know what, it's not just the people of Korea who love them, but also many other countries in the world loves Triplets, one of them are Indonesia (of course I'm in!)



Now, I won't talk about the background of Triplets, because I know you've memorized by themselves how the manners and behavior of those who are super cute and awesome. You have been watching all of TROS of Triplets, right? Well, this time, I'm gonna tell you about comic that contains Triplets’s story which is named The Journey of Song Triplets by Shandy Claws.

[REVIEW] A Dandelion Wish - Xi Zhi

Saturday, April 16, 2016

“Jangan terlalu merasa hebat, jangan merasa bahwa dirimu mahakuasa. Terkadang kau perlu bersantai, sesekali merasa bahwa dirimu tidaklah begitu pintar. Hal itu akan membantumu untuk tumbuh lebih bijaksana.” (hal. 192)

A Dandelion Wish
Penulis: Xi Zhi
Penerjemah: Jeanni Hidayat
Penerbit: Penerbit Haru
Penyunting: Arumdyah Tyasayu
Proofreader: Yuli Yono
Cover desainer dan ilustrator isi: @teguhra
Tebal: 346 halaman
Terbit: April 2014
Ratingku: 4/5

---

Bai Qian Xun adalah seorang dokter ahli bedah jantung, di usianya yang baru 27 tahun ia sudah menjadi seorang dokter spesialis. Namun sayangnya, sikap dingin dan cueknya membuat ia tidak memiliki teman akrab. Pertemuannya dengan lelaki bernama Cheng Feng berawal ketika Bai Qian Xun hendak pulang ke apartemennya. Ketika ia memasuki pelataran parkir rumah sakit, didapatinya seorang lelaki yang tengah menyanyikan lagu blues dan duduk di atas kap mobilnya, meminta Bai Qian Xun untuk menampungnya selama satu malam.

[REVIEW] The Chronicles of Audy: 4/4 - Orizuka

Thursday, September 17, 2015

Kenapa sih, di saat aku merasa hidupku sempurna, ada saja yang terjadi? Tepatnya kutukan apa sih yang nenek sihir itu dulu jatuhkan kepadaku? Apa salah ayah dan ibuku sampai aku layak mendapatkannya? (hal. 78)

Judul: The Chronicles of Audy: 4/4
Penulis: Orizuka
Penerbit: Penerbit Haru
Penyunting: Yuli Yono
Cover desainer dan ilustrator: Bambang ‘Bambi’ Gunawan
Proofreader: KP Januwarsi
Tebal: 314 halaman
Rating: ★★★★☆

---

Audy kembali lagi membawakan kronik kehidupannya bersama 4R—Regan, Romeo, Rex, dan Rafael. Ia yang masih berkutat dengan tugas skripsi yang entah kapan selesainya, hingga satu per satu masalah yang mulai muncul dari keluarga Rashad itu.

“Kalau yang kamu maksud, kamu mau menyamai dia... tentu sulit. Susah menebak jalan pikirannya. Apalagi mengejar langkahnya.” (hal. 166)

Meski masih belum selesai dengan tugas akhirnya, skripsi Audy mulai berkembang sedikit demi sedikit. Thanks God..., paling nggak dia sudah mengajukan proposal untuk TA-nya itu. Dan terimakasih untuk Rex, si maniak skripsi yang baru saja akan lulus dari SMA-nya yang banyak berperan dalam tugas akhir Audy. Hmm, kalau bukan karena dia, aku yakin Audy bakal mahasiswa abadi :P

[REVIEW] Majo & Sady - Jung Chul Yeon

Monday, June 22, 2015

Suami-istri itu kan melakukan hal yang disukai bersama-sama. (hal. 26)

Judul: Majo & Sady
Penulis: Jung Chul Yeon
Penerjemah: Dewi Rosanti
Penerbit: Penerbit Haru
Penyunting: Arumdyah Tyasayu
Proofreader: Yuli Yono
Layout: Frendy Putra
Tebal: 300 halaman
Harga: Rp. 72.000,-
Rating: ★★★☆

Majo adalah suami yang melakukan pekerjaan rumah. Dan Sady adalah istri yang bekerja di kantor. Ini adalah cerita tentang kehidupan mereka. Pasangan suami istri yang menceritakan kehidupan sehari-hari ala masyarakat Korea umur 20-30 tahunan. Tidak ada hal yang spesial dalam kehidupan mereka, selain keseharian mereka tentunya.

Biar bagaimanapun, aku ini laki-laki... jadi aku akan bertahan. Karena Tuhan... cuma akan memberikan rasa sakit sebatas kemampuan umat-Nya saja. (hal. 21)

Di komik ini sendiri, Majo digambarkan sebagai beruang cokelat gendut dan Sady seperti kelinci putih dengan matanya yang nyalang ekspresif. Kalau diperhatikan, kisah Majo & Sady ini menceritakan kehidupan penulisnya sendiri bersama sang istri. Nama Majo diambil dari kata masochist yang membuatnya memiliki sikat penurut dan tunduk patuh pada istrinya. Begitupun dengan nama Sady yang berasal dari kata sadist mengartikan bahwa ia adalah tipe istri yang sadis, penguasa rumah tangga, namun tetap menyayangi suaminya. Ooohhh...

[GIVEAWAY WINNER] Love With a Witch - Hyun Go Wun

Saturday, April 18, 2015

Sebelumnya, terimakasih untuk Penerbit Haru yang telah mempercayakanku untuk ikut serta menjadi host blogger dalam blog tour-nya kali ini. Terimakasih juga untuk teman-teman pembaca blogku yang ikut menyemarakkan blog tour dan giveaway buku Love With a Witch. Tanpa kalian, tentu nggak akan semenyenangkan ini.


Berbicara tentang blog tour Love With a Witch, ada banyak keseruan di antaranya. Seperti yang sudah-sudah, aku senang untuk membahas kembali bagaimana jawaban-jawaban kalian terhadap pertanyaanku.

Jika kamu adalah Soo An dan ada orang seperti Jun Hwi untuk memintamu melindungi Eun Yoo, apa yang akan kamu lakukan?

Banyak jawaban yang bervariasi. Mulai dari akan melindungi Eun Yoo seperti melindungi adik/saudaranya sendiri, melindungi Eun Yoo karena jatuh cinta pada Jun Hwi, bahkan ada yang anti-mainstream untuk berpikir lebih matang apakah akan menyelamatkannya atau tidak. Namun, sebelum berpikir terlalu lama, selamatkan saja dulu Eun Yoo dari ancaman tabrakan di jalur delapan itu ya, hihihi xD

[REVIEW] Love With a Witch - Hyun Go Wun

Saturday, April 4, 2015

Keserakahan menjadi salah satu alasan utama di dunia ini seseorang berniat melakukan tindak kejahatan seperti pembunuhan. (hal. 91)

Judul: Love With a Witch
Penulis: Hyun Go Wun
Penerjemah: Ratna Sitta Hapsari
Penerbit: Penerbit Haru
Penyunting: Novianita
Proofreader: Yuli Yono
Cover design: Bambang ‘Bambi’ Gunawan
Ilustrasi isi: @teguhra
Tebal: 320 halaman
Harga: Rp65.000,-
Rating: ★★★★★

---

Apa yang terlintas di pikiranmu ketika memikirkan penyihir — wanita dengan rambut panjang yang sering membawa tongkat sihir dan sapu terbang kemana-mana? Hmm, tapi bagaimana jadinya kalau penyihir yang akan kita ceritakan adalah perempuan baik hati yang penuh keberanian?

Lee Eun Yoo hampir saja mengalami kecelakaan di jalan raya jalur delapan sebelum seseorang menyelamatkannya dari tragedi yang mungkin memilukan. Wanita tersebut, meski tidak yakin akan apa yang dilakukannya, ternyata ia berhasil menyelamatkan anak lelaki berumur enam tahun itu. Wanita pemberani yang bernama Yoon Soo An, si Perempuan Penyihir.

[REVIEW] Single Ville - Choi Yun Kyo

Thursday, February 19, 2015

Judul: Single Ville
Penulis: Choi Yun Kyo
Penerjemah: Krisnadiari
Penerbit: Penerbit Haru
Tebal: 308 halaman
Penyunting: Kp Januwarsi
Proofreader: Dini Novita Sari
Ilustrator isi: Angelina Setiani, Frendy Putra
Rating: ★★★

---

Come over here, all you who are weary and burdened, and I will give you rest.
This is Single Ville, a.k.a a land flowing with milk and honey.
Single Ville adalah sebuah desa yang terdiri atas sebuah area peristirahatan dan enam buah cottage. Indahnya hutan pohon birch putih memagari tempat tersebut bagaikan tirai, yang memberi kenyamanan layaknya negeri dalam dongeng. Dari Single Ville, ada enam penghuni yang telah lolos seleksi dengan tingkat keketatan 1:1000. Berbagai alasan mendasari mengapa mereka menginginkan hidup di Single Ville.

Bagaimanapun kehidupan manusia itu selalu seimbang; ketika kita mendapatkan sesuatu, di saat yang sama kita harus melepaskan yang lain. (hal. 43)

Salah satunya adalah penghuni rumah nomor dua bernama Choi Yun Seong, ia adalah penghuni yang memanfaatkan fungsi Single Ville sebagaimana mestinya. Sebagai seorang penulis buku, ia benar-benar menginginkan hidup dalam ketenangan dan jauh dari hiruk pikuk interaksi sosial yang dihindarinya. Baginya, di tempat itulah ia bisa menemukan kondisi tersebut... sebelum kemudian datang penghuni rumah sebelahnya.

"Seorang lajang seharusnya hidup mandiri, bukannya mengganggu kehidupan orang lain". (hal. 73)

Adalah seorang wanita yang memperkenalkan diri sebagai Im Seo Yeong-lah yang membuat keinginan Yun Seong untuk hidup tenang menjadi kacau. Setiap hari berbagai peristiwa rumit menimpa orang-orang yang hidup disana. Identitas penghuni rumah nomor 3 yang diketahui sebagai Im Seo Yeong terungkap. Hal ini dilakukan penghuni rumah nomor 4, Jeong Geon Woo karena merasa janggal bahwa dia bukanlah Seo Yeong yang sebenarnya. Terlebih, ada mantan detektif, Go Seong Min yang masih memiliki kasus tak terpecahkan hingga ia menghuni rumah nomor 5.

"Kerja kerasa dan hambatan merupakan dua hal yang pasti kita lalui, karena pilihan apa pun yang kita ambil pasti punya kelebihan dan kekurangan di saat yang bersamaan. Tapi belum tentu kita bisa memberikan keputusan yang terbaik, meskipun kita sudah menghabiskan begitu banyak waktu."

"Pikirkanlah apa yang tidak dapat kau lepaskan, serta apa yang bisa kau korbankan. Sebab, untuk memperoleh apa yang kau inginkan, kau harus segera melepaskan yang lainnya. Dan hal itu berlaku untuk semua orang; baik untuk yang masih lajang maupun yang sudah menikah." (hal. 147)

Kejadian-kejadian misteri tersebut satu per satu terkuak seiring berjalannya waktu. Siapakah Im Seo Yeong sebenarnya? Lalu, benarkah ada pelaku di antara mereka yang terkait dengan kasus mantan detektif itu? Baca selengkapnya di Single Ville.

[REVIEW] The Chronicles of Audy 21 - Orizuka

Tuesday, January 6, 2015

“Kamu adalah entitas yang jadi kelemahan sekaligus kekuatanku; yang membuatku merasa lebih hidup.” (hal. 294)

Judul: The Chronicles of Audy 21
Penulis: Orizuka
Penerbit: Penerbit Haru
Tebal: 308 halaman
Rating: ★★★☆

---

Setelah The Chronicles of Audy 4R, kisah seorang Audy Nagisa kini berlanjut pada The Chronicles Audy 21. Dalam 21, Audy sudah dianggap menjadi bagian keluarga 4R. Meskipun demikian, ia tetap saja Audy, si babysitter merangkap pembantu keluarga Rashad tersebut.

Setelah Audy pergi, kami langsung sadar kalau kehadiran Audy sangat penting bagi kami. Bukan sebagai pembantu ataupun babysitter, tapi sebagai... bagian dari keluarga. (hal. 9)

Audy yang merasa sudah menjadi ‘bagian dari keluarga’ tersebut tetap menjalani aktivitas kesehariannya. Ia juga mulai mengantar dan menunggu Rafael yang sudah masuk sekolah PAUD, tetap memasak untuk 4R, dan makin lama ia makin mempertanyakan, apa sebenarnya arti ‘bagian dari keluarga’ tersebut? Apakah itu artinya ia akan semakin klop bertitel ‘pembantu rumah tangga’?

“Kadang... walaupun ada hal-hal yang menurutmu benar, lebih baik kamu simpan di dalam hati. Atau sampaikan dengan cara yang lebih baik.” (hal. 84)

Menjadi ‘bagian dari keluarga’ juga membuat Audy semakin mengenal dekat Romeo dan Rex. Walaupun sebenarnya Romeo memiliki fobia aneh—takut terhadap sampo—Audy nekat untuk memandikan Romeo dengan sampo anti ketombe. Belum lagi, ramalan yang dikatakan Romeo cukup berdampak bagi cerita kehidupan Audy di dalam rumah tersebut.

Kadang aku mengharapkan suatu hal, walaupun di saat yang sama, aku berpikiran sebaliknya untuk menghindari rasa sakit yang mungkin timbul jika aku tidak mendapatkannya. Seringnya, aku tetap akan merasa sakit tanpa mengetahui bagaimana rasanya jika aku berpikiran positif. (hal. 156)

Audy yang dulu pernah menyukai Regan, kini merasa tidak lagi punya perasaan seperti itu. Kapal—ship—perasaannya sudah melayar ke kapal lain. Apalagi, saat Maura—tunangan Regan—siuman dari kondisi komanya setelah dua tahun, Audy mulai menjaga jarak untuk hal itu. Tapi tentu saja, ia masih bertanya-tanya, apa arti ‘bagian dari keluarga’ ini? Dan apa artinya pengorbanannya selama ini, mengurus rumah tangga tersebut hingga ia benar-benar mengenali kesemua anggota keluarganya? Baca selengkapnya di The Chronicles of Audy 21.

***

Sebenarnya ceritanya masih sedikit mirip dengan serial sebelumnya. Hanya saja, Rafael disini lebih lucu dan lebih humoris. Ia yang awalnya nggak mau sekolah—dan mempertanyakan untuk apa sekolah—akhirnya bisa bersekolah juga, walau dengan kondisi tertentu, seperti mengajarkan temannya main kubik-rubik yang belum tentu bisa, ibu-ibu yang dikatainya ‘Kandang Jangkrik’, sampai Rafael mau-maunya belajar menyanyi lagu anak-anak.

Rasa kekeluargaannya juga lebih terasa, walau yah ship Audy-Regan nggak muncul lagi dan digantikan dengan ship Audy-R-lain, tapi tetap memikat.

See? Wanita tidak seharusnya berpacaran—atau malah menikah—dengan pria yang lebih muda. Itu salah. Mereka hanya akan menyakiti diri mereka sendiri, mengusahakan segala untuk tetap terlihat muda sambil menyaksikan pasangan mereka yang selamanya akan lebih muda. Pria muda sudah sewajarnya berpasangan dengan gadis muda pula. (hal. 140)

Rex yang sekarang cukup terbuka dengan Audy, dan menyatakan bahwa ia sebenarnya kurang perhatian dari saudara-saudaranya. Romeo yang akhirnya mau dimandikan dengan sampo selain dengan almarhumah ibunya. Dan Regan yang kini bisa bersatu lagi dengan Maura setelah ia koma dua tahun. Waah, nggak kebayang deh ya rasanya koma dua tahun, hidup mati pun rasanya nggak jauh beda :D

Alurnya lumayan, tapi kalau soal skripsi Audy memang masih jalan di tempat sih, jadi greget pas di bagian ini. Apalagi pas Rex nawarin diri untuk ikut bantu menyelesaikan skripsi, duuh... siapa coba yang nggak mau dibantu anak SMA genius kayak Rex? Audy awas deh, biar aku aja...

Keseharian Audy juga masih sama, selain mengasuh Rafael sebagai tugas utamanya, ia tetap memasak untuk makan keempat R tersebut. Kalau dipikir-pikir, memang cukup monoton, apalagi soal Rex yang terus-terusan minum di dispenser, adegan itu pasti nggak pernah lewat.

Di awal kita disuguhkan dengan cerita humoris khas Rafael, tapi lama-kelamaan kok jadi mengharu-biru ya? Apalagi saat... ya saat-saat itulah, saat Audy mulai mempertanyakan apa arti ‘bagian dari keluarga’. Hmm, nggak salah kan ya kalau kita menunggu seri ketiga muncul lagi, dan semoga saja... skripsi Audy itu cepat selesai. Mau sampai kapan dia jalan di tempat aja? Sampai Audy dan Rex lulus kuliah bareng? Oh...

Aku tidak boleh menyerah hanya karena satu-dua komentar pedas. (hal. 40)

Ini benar-benar tidak masuk akal. Cinta bisa membuat orang tergenius sekalipun jadi gila! (hal. 109)

“Apa salahnya berharap?” — “Berharap bikin kita lebih bersemangat hidup, kan? Tentunya, sambil disertai usaha yang konkret.” (hal. 144)

“Love is the desire for perpetual  possession of the good.” (hal. 293)

by.asysyifaahs(◕‿◕✿)

[REVIEW] The Chronicles of Audy 4R - Orizuka

Sunday, January 4, 2015

Aku harus bersabar. Tidak ada yang bilang kalau hidup itu mudah. (hal. 103)

Judul: The Chronicles of Audy 4R
Penulis: Orizuka
Penerbit: Penerbit Haru
Tebal: 320 halaman
Rating:★★★★

---

Gadis berusia 22 tahun yang sedang menjalani semester akhir di Jurusan Hubungan Internasional, FISIP UGM itu bernama Audy Nagisa. Kini, ia akan menghadapi masa-masa tugas akhir ketika tahu kedua orangtuanya telah ditipu oleh sebuah bisnis investasi abal-abal. Makanya, bukannya mendapat uang jajan dari Ayah dan Ibunya, Audy terpaksa mencari uang sendiri dengan bekerja sebagai babysitter seperti yang tertulis dalam lowongan pekerjaan di koran saat itu.

Kata orang, cara paling ampuh untuk melupakan patah hati adalah dengan menemukan penggantinya. (hal. 199)

Pertama kali datang ke alamat rumah yang tercantum, Audy merasa ragu, rumah tersebut lebih layak disebut rumah hantu dibandingkan rumah manusia. Namun, semua ketakutan tersebut sirna saat ia bertemu dengan pemiliknya yang bernama Regan. Dan, oh tidak, ternyata rumah itu berisi 4 orang anak lelaki yang tampan-tampan.

Kalau aku adalah objek penipuan dan penindasan dari sosok intelektual nan ganteng bernama Regan. (hal. 102)

Regan adalah anak pertama, ia bekerja sebagai pengacara di suatu firma hukum-entah apa. Pertama kali melakukan kontrak dengan Regan, membuat Audy lupa dan tidak teliti membaca kesuluruhan isi kontrak tersebut. Yang ia pikirkan hanyalah, ia bisa mengambil uang di muka. Namun, karena kesalahannya itu, ia tidak saja bekerja sebagai pengasuh anak, tapi juga sebagai pembantu di rumah yang kondisinya mirip kapal perang pecah itu.

Romeo, adik Regan yang merupakan seorang gamer, hacker, dan cracker. Walaupun tampilannya lebih mirip seniman jalanan yang kumal, di tangan Romeo urusan internet dan listrik keluarga bisa lancar. Berkatnya, semua kebutuhan tersebut dapat terpenuhi walau hanya sekadar duduk di depan komputer.

Rex, adik Regan yang kedua yang masih pelajar kelas 12 SMA ini punya sifat yang berbeda dengan kakak-kakaknya. Ia menyukai kebersihan demi menjaga penyakit asmanya. Ia juga lebih sensitif dibanding ketiga saudara R lainnya.

Terakhir, ada Rafael. Walaupun ia adalah seorang balita berumur 4,5 tahun, kelakuan Rafael ini adalah gabungan dari sifat semua kakaknya. Bahkan, Audy yang seharusnya menjaga Rafael layaknya “baby” malah kalah saing dengan anak sekecil itu.

Baru beberapa hari tinggal bersama empat cowok ini, aku sudah bisa merangkum sifat masing-masing dalam satu kalimat. Regan, nama kode R1, adalah sosok yang nyaris sempurna, pekerja keras, tapi perhitungan. Romeo, R2, adalah sosok pemalas yang takut air, senang bermain, walaupun paling ramah. Rex, R3, adalah sosok terpelajar yang seluruh hidupnya didedikasikan untuk prestasi akademis, tapi tertutup dan sensitif. Sedangkan Rafael si bungsu, R4, adalah sosok balita gadungan yang memiliki semua sifat kakak-kakaknya.

Aku? Aku hanyalah sosok gadis bodoh yang tergoda gaji di muka yang dipakai orang tidak bertanggung jawab untuk membeli Wii sehingga harus diusir dari kos dan terdampar di rumah berisi cowok-cowok yang baru kudeskripsikan tadi. See? Satu kalimat. (hal. 148)

Begitulah, hari demi hari Audy jalani demi mendapatkan gaji yang bisa dipakainya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di Jogja. Semua masalah di keluarga 4R itu awalnya membuatnya pusing, belum lagi ia merasa dongkol dengan sikap orangtuanya yang lagi-lagi kena tipu bisnis abal-abal. Tapi, ia bukanlah gadis yang dengan mudahnya menyerah, Audy tetaplah gigih dengan kemauan kerasnya demi menjalani hidup dan semester akhir di Jogja. Penasaran dengan ceritanya? Baca selengkapnya di The Chronicles of Audy 4R.

***

Review pertama di 2015, tapi aku bacanya di akhir 2014 menuju 2015 sih. Kalau semakin lama semakin ditunda, kadang kita jadi bingung dan lupa dengan alurnya. Makanya, sedikit intip-intip juga review beberapa teman di Goodreads, hehe...

Kisah Audy ini lucu. Walaupun dia adalah anak kuli... maksudnya kuliahan, tapi tetep aja rasa cerewetnya kayak anak-anak ABG zaman sekarang. Audy juga punya seorang partner-in-crime bernama Missy yang selalu siap membantunya kapan pun, terkecuali untuk urusan akademis khususnya skripsi. Meskipun kehadiran Missy tidak banyak hadir dalam cerita ini, Missy tetap memberikan kesan unyu dan arti seorang sahabat.

Hmm... apalagi saat Audy diusir dari kosannya karena menunggak selama 3 bulan. Missy bukan tidak mau membantu, malah ia memaksa Audy untuk ikut tinggal di kamar kosnya. Namun, karena Audy tahu diri, ia pun tidak ingin menyusahkan lebih banyak sahabatnya itu. Berbekal modal mengurus Aries adiknya, ia kemudian mencoba melamar menjadi babysitter. Namun, bukannya bekerja jadi pengasuh anak, tapi juga ditambah dengan pekerjaan memberes-bereskan keadaan rumah keluarga tersebut, hingga akhirnya Regan mengizinkan Audy untuk tinggal di paviliun yang ada di rumah tersebut.

Benar kata Ibu, saat perasaan sedang kacau, beres-beres rumah adalah obat terbaik. (hal. 100)

Woow, memangnya siapa yang nggak mau sih serumah dengan 4 cowok ganteng seperti 4R itu? Oke, entah apakah Rafael sudah termasuk “lelaki” atau bukan, tapi kalau dilihat dari kebiasaannya membaca majalah Playboy tiap edisinya, bisa dikatakan bahwa Rafael cepat dewasa dibanding umurnya.

Cerita ini kocak, seru, menarik, humoris, dan kompleks dengan permasalahan seputar keluarga. Audy yang bahkan bukan siapa-siapa keluarga tersebut, di sela waktu tertentu kadang bisa ambil bagian dalam keluarga Rashad. Tokoh-tokoh yang ada juga memorable, setiap anggota keluarga 4R punya ciri khas masing-masing yang membuatnya unik dan kesan cerita semakin seru. Pokoknya, cocok dibaca untuk remaja yang suka dengan cerita seputar keluarga. Lovable!

Maksudku, bagaimana bisa melupakan orang yang setiap hari harus kulihat? (hal. 267)

by.asysyifaahs(◕‿◕✿)

[REVIEW] Cheeky Romance - Kim Eun Jeong

Thursday, December 25, 2014

Karena ketika pikiran rasional mengambil alih, maka itu bukan cinta. Cinta bukanlah sesuatu yang bisa sepenuhnya diatur oleh pikiran manusia. (hal. 320)

Judul: Cheeky Romance
Penulis: Kim Eun Jeong
Penerjemah: Putu Pramania
Penerbit: Penerbit Haru
Tebal: 447 halaman
My Rating: ★★★★★

---

Yoo Chae baru saja mengetahui bahwa kekasihnya, Kang Hee Jae telah berselingkuh dengan atasan kerjanya di kantor. Sontak, ia hanya bisa memaki-maki mantannya itu melalui jejaring sosial kantornya. Namun, bukannya meluapkan emosi terhadap masalah itu, ia malah mendapat masalah baru di kantornya. Belum lagi, ketika menjadi reporter di acara “Berburu Informasi, LIVE”, Yoo Chae yang sedang mencoba berbagai makanan tiba-tiba saja dimarahi oleh seorang lelaki yang melarangnya makan makanan tersebut karena katanya makanan tersebut tidak baik untuk kesehatan kehamilannya.
“Kacang merah itu tidak hanya bisa memperlambat perkembangan janin, tapi juga menimbulkan kontraksi di uterus. Bisa juga meningkatkan produksi hormon yang dapat menimbulkan kelainan pada bayi.” (hal. 42)

Yoo Chae disangka sebagai ibu hamil, hal itulah yang menjadikannya mendapat julukan “Ibu Hamil Nasional”.

Dokter So Yoon Pyo, lelaki yang menuduh Yoo Chae itu malah mendapat dampak yang baik bagi dirinya. Karena dianggap peduli terhadap pasien-pasiennya, ia kemudian dijuluki sebagai “Dokter Nasional”. Walaupun memiliki sifat tidak sabaran, Yoon Pyo adalah orang yang profesional dan perhatian dengan kondisi ibu yang sedang hamil.

“Sepertinya kau ini harus belajar untuk bersabar. Meskipun kau tidak sabar dan ingin cepat-cepat melakukan sesuatu, toh dunia ini tetap berputar dengan kecepatan yang sama di mana pun itu.” (hal. 154)
Berkat kejadian tersebut, citra seorang Yoo Chae mendapat tanggapan yang buruk dari masyarakat. Kantor tempatnya bekerja merasa kurang puas dengan tingkah laku Yoo Chae. Hal itulah yang membuatnya dipindahkan ke kantor cabang daerah di Wonju. Namun, karena masih dirasa ia memiliki kesempatan, PD Nam akhirnya menawarinya untuk menjadi reporter tetap dalam acara dokumenter kedokteran.

“Masih banyak jalan yang harus kulewati di hidupku ini. Fokusku adalah apa yang ada di hadapanku saat ini, sementara hal-hal yang lainnya rasanya ingin kubuang jauh-jauh saja ke luar angkasa. Fiuh...” (hal. 57)
Sial bagi Yoo Chae, ia bertemu lagi dengan lelaki yang menuduhnya sebagai ibu hamil itu. Malah, televisi penyiaran mereka akan bekerja sama dengan dokter spesialis bagian kandungan di Rumah Sakit Taejo. Kini, Yoo Chae dan Yoon Pyo akan saling bertemu setiap hari.

Hanya ada satu cara bagi mutiara untuk menjadi mutiara sejati, yaitu dengan memecahkan cangkangnya dan keluar untuk menunjukkan dirinya sendiri. Ia harus bersinar agar orang lain dapat mengenali ‘nilai’nya, yaitu dengan kerja keras. (hal. 109)
Kesialan belum berhenti sampai di situ, lagi-lagi Yoon Pyo menganggap bahwa Yoo Chae adalah ibu hamil setelah mendengar suara yang aneh dari rental house milik Yoo Chae. Kesalahpahaman itulah yang membuat Yoo Chae semakin benci dengan dokter kandungan itu.

Hari demi hari mereka lewati untuk melakukan syuting acara dokumenter tersebut. Meskipun antara reporter dan dokter kandungan tersebut seringkali tidak akur, kadang ada satu waktu dimana mereka akan saling memahami satu sama lain. Kejadian mulai dari seorang ibu yang akan melakukan persalinan induksi, ibu yang dipaksa melahirkan pada hari tertentu karena kemauan sang mertua, hingga tragedi kelahiran bayi ichthyosis semakin mendekatkan antara Yoo Chae dan Yoon Pyo.

“Pada dasarnya, hadirnya sebuah kehidupan baru memiliki makna yang sangat penting.” (hal. 11)
Namun, ada banyak masalah yang menjadi rintangan kedekatan mereka. Mulai dari perkiraan pendonor So Yeong-eonnie, kedekatan dengan Dokter Hye Rong, hingga masalah pelik yang terjadi antara Yoon Pyo dengan ibu kandungnya sendiri. Akankah Yoo Chae sanggup menghadapi semuanya itu? Bagaimana dengan sekelumit kejadian yang ditakutinya? Baca selengkapnya di Cheeky Romance.

***

Lucu! Seperti yang dikatakan admin @penerbitharu di instagramku, “Admin suka bgt lho novel ini. Jatuh cinta sama dokter Yoon Pyo *emot kiss*”. Aku juga jatuh cinta sama Dokter Yoon Pyo. Walaupun karakternya nggak sabaran dan mudah mengatakan sesuatu tanpa memikirkan akibatnya, ternyata dokter yang satu ini juga romantis, lho.

Karakter Yoo Chae yang diceritakan dalam novel ini juga punya kesan yang menarik. Reporter yang punya banyak ide namun terhalang hanya karena masalah yang menderanya ini ternyata usil juga. Suka deh!

“Kesempatan hanya datang kepada mereka yang sudah siap.” (hal. 108)

Masalah sebenarnya berawal gegara Yoo Chae berteriak-teriak “tidak akan menghapusnya” saat berada di rumah sakit untuk mengantar So Yeong-eonnie, teman yang sekaligus kakaknya yang sedang memeriksakan kehamilannya di RS Taejo. Sontak saja, Dokter Yoon Pyo yang mendengar hal tersebut mengira bahwa Yoo Chae adalah ibu hamil yang ditinggalkan pasangannya karena tidak mau bertanggungjawab. Ckckck, iyalah... Yoo Chae teriak gitu karena dia nggak mau menghapus makiannya buat Hee Jae di jejaring sosial kantornya itu.

Terlebih, saat bertemu lagi di restoran, Yoo Chae yang lagi nyobain makanannya—sup kacang merah, ikan fugu, dan alkohol—tiba-tiba aja dimarahin sama Yoon Pyo. Duuh, apalagi itu kan acaranya disiarkan langsung. Mau taruh dimana muka Yoo Chae ya? Haghaghag.

Jadi, berawal dari kesalahpahaman ini ternyata punya dampak yang besar ya bagi banyak orang. Yang satu sih boleh jadi untung, tapi kan yang lain malah ngerasain ruginya.

“Kau jangan semudah itu mengabaikan masalah orang, atau omongan orang. Kalau semua orang di dunia ini seperti itu, mungkin tidak ada yang mempunyai kemauan untuk peduli terhadap orang lain.” (hal. 134)
Nggak hanya itu, cerita juga nggak sekadar tentang Yoo Chae-Yoon Pyo. Tapi juga soal masalah keluarga Yoo Chae; adiknya Yoo Gyu yang nakal namun tetiba berniat menikahi Eun Yi yang lagi hamil, bibinya yang nggak mau menikah, sampai neneknya yang sering menghilang gara-gara mencari ‘si manis’. Begitupula dengan Yoon Pyo, yang punya masalah sama ibunya sampai rasanya nggak mau lagi berhubungan dengan beliau.

Cerita So Yeong-eonnie yang mendapat donor sperma juga ambil bagian, bahkan cukup menentukan ending ceritanya. Diceritakan nih, kalau So Yeong ini nggak mau menikah karena menganggap laki-laki tuh sama aja, nggak ada bedanya kayak binatang. Meskipun demikian, ia tetap mau punya anak dengan cara mendapatkan donor sperma yang nggak tau asalnya dari siapa. Terus, ada juga Dokter Hye Rong yang sebenarnya nggak bisa disebut mantan kekasih Yoon Pyo sih, cuma.. karena mereka pernah saling dekat dan direncanakan untuk segera mengikat janji, ternyata punya andil yang menarik dalam menciptakan konflik cerita.

“Tapi, mau laki-laki sehebat apa pun, tetap saja mereka tidak bisa membuang sikap mereka yang kadang berubah seperti anjing, kadang seperti manusia.” (hal. 112)

Waah, pokoknya kompleks deh. Selain kisah fiksinya, di sini kita juga bisa mendapatkan secuil ilmu baru soal spesialis kandungan. Contohnya, seperti yang disebutkan di awal, bahwa kacang merah dan ikan fugu itu nggak baik buat ibu-ibu yang lagi hamil, apalagi kalau sampai minum alkohol. Bahaya banget buat kesehatan janin yang dikandungnya kan? Terus, soal kelahiran bayi sungsang yang posisinya cukup mengkhawatirkan kalau dilahirkan secara normal. Ada juga ilmu baru tentang bayi ichthyosis, yakni kondisi bayi dimana kulit mereka seperti sisik ikan. Nggak hanya itu, umumnya bayi dengan kelainan seperti ini juga punya kehidupan yang nggak akan lama. Waah, pokoknya menarik deh, walaupun hanya sedikit tapi kita jadi tahu hal-hal seperti ini kan?

Alur yang maju-mundur-cantik ini nggak akan bikin kita pusing—kecuali aku sendiri sih yang kadang bingung menentukan antara Yoo dan Yoon, nyaris. Latar yang diambil juga mudah untuk dibayangkan, seolah-olah kayak nonton drama Korea. Hihi, mungkin kalau Cheeky Romance jadi cerita dalam K-drama, pasti bakal lebih menarik membayangkannya. Oh iya, di awal bab juga kita disuguhkan dengan kutipan-kutipan yang keren. At least, ini buku yang recommended banget buat para dewasa muda :D

Orang-orang menyebutnya takdir, yang sebenarnya merupakan gabungan dari kesalahan tiap individu. –Oliver Hervord- (Bab 1)

Kemarahan yang memuncak terkadang membuat keajaiban. –Stanislaw Jercy Lac- (Bab 2)

Takdir dapat mengetuk pintu dengan kuat atau dengan lembut. Tergantung dari terbuat dari apakah pintu itu. –Mary von Ebner- (Bab 3)

Segala hal yang kejam adalah sebuah balas dendam –Otto Weininger- (Bab 4)

Balas dendam itu sebenarnya hanyalah bentuk kekanakan dari hati yang masih kekanakan. –Liberal- (Bab 5)

Orang yang jatuh cinta seperti orang yang berjalan dalam tidur. Tidak hanya melihat dengan matanya, tetapi juga dengan seluruh tubuhnya. –D’Aurevilly- (Bab 6)

Ciuman adalah maling yang mencuri hati. –Socrates- (Bab 7)

Rasa cemburu selalu hadir bersama rasa cinta. Tetapi, ia belum tentu pergi dengan rasa cinta itu. –La Rochefoucauld- (Bab 8)

Cinta tidak mengenal aturan. –Montaigne (Bab 9)

Mau diteliti sebanyak apa pun, wanita seperti makhluk yang ‘baru’. –Leo Tolstoy- (Bab 10)

Mengapa orang terjatuh? Supaya ia belajar untuk berdiri lagi. –Batman Begins- (Bab 12)

Tidak ada rahasia. Yang ada hanya sesuatu yang tidak kau ketahui. –Anonim- (Bab 13)

Pacaran itu seperti setan, api, surga, dan neraka. Lalu seperti kesenangan dan penderitaan, kesedihan dan kebahagiaan. Semua ada di dalamnya. –Benfield- (Bab 14)

Gunung tidak akan pernah bertemu gunung. Namun manusia akan selalu bertemu manusia lagi. –Peribahasa Amerika- (Bab 15)

Kekuatan sebuah hubungan percintaan hanya bisa dirasakan oleh mereka yang pernah mengalaminya. –Prevost- (Bab 16)

by.asysyifaahs(◕‿◕✿)

[REVIEW] Bonus Track - Koshigaya Osamu

Monday, December 22, 2014

“Iya. Kadang bonus track itu sendiri malah lebih baik dibandingkan keseluruhan album.” (hal. 332)

Judul: Bonus Track
Penulis: Koshigaya Osamu
Penerjemah: Andry Setiawan
Penerbit: Penerbit Haru
Tebal: 380 halaman
Rating: ★★★

---

Sepulang kerja dari kantornya, Kusano Tetsuya terus saja mengobrol tanpa arah. Baginya, obrolan monolog tersebut dilakukan untuk mengusir kantuk ketika ia sedang mengendarai mobil. Terlebih, di kawasan jalan yang gelap dan sepi seperti ini, bersahutan dengan suara radio dapat menghilangkan rasa takutnya yang kadang-kadang muncul.

Tiba-tiba saja, sebuah mobil sport berwarna hitam melaju dengan kecepatan di atas batas maksimal. Kusano yang marah, hanya bisa mengumpatnya dengan kata-kata sembarangan hingga tak sadar bahwa ia mengharapkan pengendara mobil tersebut kecelakaan. Nahasnya, doa Kusano tersebut dikabulkan, mobil sport hitam tersebut benar-benar kecelakaan. Ia pikir, pengendara ugal-ugalan seperti itu akan menunggunya dan melakukan hal-entah-apa. Tapi yang ada, mobil itu malah melarikan diri.

Kusano baru menyadari bahwa ada sesuatu yang tergeletak begitu saja di jalan saat hujan seperti ini. Dan yang ia temukan adalah sesosok manusia yang terkapar tak berdaya. Diusahakannya berbagai pertolongan, termasuk memberikan nafas buatan. Namun tetap saja, sekeras apapun ia berusaha, manusia itu tak merespons. Kini, ia telah menjadi mayat.

Tapi, sepertinya aku tidak perlu khawatir. Kalau ada yang sedang kesusahan sebaiknya ditolong, bukan? (hal. 18)
Bingung menghadapi hal tersebut, Kusano hanya bisa menelepon polisi, mengabarkan bahwa telah terjadi kecelakaan yang menimbulkan satu orang korban meninggal. Hanya saja, cerita tidak berakhir sampai di situ. Keesokannya, Kusano menemukan sesosok manusia yang berwujud mirip dengan korban kecelakaan mobil sport hitam. Awalnya, ia berpikir bahwa dia sedang berhalusinasi belaka.

Yokoi Ryota, si halusinasi yang menjadi korban itu terus meyakinkan bahwa dirinya bukanlah halusinasi. Tapi, ia bingung juga, apakah dirinya hantu, arwah, atau apa? Walau Kusano—satu-satunya orang yang bisa melihatnya—tidak yakin, Ryota terus saja mengikutinya kemanapun ia pergi.

Namun, pada kenyataannya aku dulu percaya kalau orang sudah mati, ya sudah sampai situ saja. Yang namanya itu tidak ada dan yang namanya perasaan itu tidak lebih dari sekadar kinerja otak. (hal. 56)

Kok ada sih hal seperti ini? Aku sudah mati, tapi aku masih punya kesadaran. Kupikir, setelah mati itu hanya ketiadaan. Mayat dibakar, jadi abu, tamat. Itulah yang kupercayain selama ini. Aku masih belum bisa percaya ternyata memang ada dunia setelah kematian. (hal. 57)
Dalam masa “bergentayangannya” itu, Ryota juga terus berusaha mencari siapa pelaku yang menyebabkan meninggal waktu itu. Bersama Kusano, dan orang-orang yang ternyata bisa melihatnya—yaitu Minami—ia melewati hari demi hari *apakah hantu merasakan perubahan waktu?* Tidak saja berpatroli mencari pelaku tersebut, ia juga menyaksikan sendiri ketika ‘hantu’ lain telah berubah menjadi cahaya dan kembali ke alam sana. Lalu, bagaimana dengan nasib Ryota? Apakah mereka akan menemukan pelakunya? Lantas apa yang akan terjadi pada Ryota selanjutnya, menjadi hantu di Bumi selamanyakah? Baca selengkapnya di Bonus Track.

***

Bagi pecinta fantasi, buku ini bisa jadi salah satu rujukan yang pas untuk kamu. Yah, walaupun di dalamnya terdapat unsur komedi, misteri, dan sedikit dorama, Bonus Track menghadirkan kisah yang cukup unik.

Kehidupan Kusano diterangkan dengan jelas dalam buku ini. Pria yang berkacamata dengan umur kisaran 25 tahun yang bekerja sebagai pegawai tetap di sebuah perusahaan hamburger. Saking jelasnya, kita bisa tahu betul seperti apa rutinitas Kusano dalam kehidupannya sebagai seorang pekerja. Mulai dari bangun, bekerja, mengatur jadwal, mengerjakan tugas—yang bahkan sebenarnya bisa dilakukan oleh pekerja paruh waktu, menginformasikan perkembangan di kantornya, hingga pulang, tidur, dan kembali bekerja. Monoton sekali, berbeda dengan kehidupannya semasa kuliah dahulu yang terkesan bebas.

“... Pegawai paruh waktu itu senang lho, kalau diberi tugas. Biarpun tugas itu kecil, tapi rasa dipercayai itu ada. Itu yang membuat senang.” (hal. 267)
Begitupun halnya dengan Ryota, sewaktu masih hidup, ia adalah seorang mahasiswa di universitas kelas dua setengah—yang artinya tidak sangat baik dan tidak sangat buruk juga, menengah—yang juga bekerja sebagai pekerja paruh waktu di sebuah supermarket. Terlebih, dikatakan bahwa Ryota adalah orang yang lahir dengan hidup sial. Walaupun begitu, saat kematiannya banyak orang yang ikut berkabung. Ryota yang nampaknya biasa saja.

Aku tidak menyangka ada begitu banyak orang yang peduli denganku selama ini. Aku jadi berpikir mungkin mereka telah kehilangan orang yang berarti bagi mereka, yaitu aku. (hal. 177)

“Tidak ada kan orangtua yang tidak sedih karena anaknya meninggal.” (hal. 219)
Meskipun alurnya terkesan lambat, ini bisa jadi dikarenakan sebagai awal mula perkenalan kedua tokoh dan masalah yang membelit mereka. Ada hal-hal yang bisa kita ambil dari cerita ini, salah satunya adalah bagaimana caranya me-manage sebuah pekerjaan sehingga dapat terkendali dengan baik. Sudut pandang yang diambil saat pergantian bab juga silih berganti, menimbulkan kesan bagaimana pandangan yang berbeda-beda dari tiap tokoh. Walaupun datar, tapi pesan moralnya oke dan pergantian sudut pandang nggak akan bikin kita bingung kok :D

Tokoh yang ikut menyumbang cerita adalah Minami Hiroto—yang juga dapat melihat Ryota dan sejenisnya, Minami Aiko—adik Hiroto, dan Nojiri Asuka. Ketiganya berperan dalam menentukan ending akhir dari cerita ini.

“Yang kurang dalam diriku itu bukan nyali, tapi waktu. Kalau aku bisa punya waktu luang untuk pergi ke kantor polisi, lebih baik aku tidur.” (hal. 153)
Seperti cerita hantu kebanyakkan, biasanya kita dapat melihat “mereka” ketika frekuensi antara dunia manusia dan dunia “mereka” bertemu di satu titik yang sama. Saat itulah, kita tidak saja dapat merasakan keberadaannya, namun juga dapat berinteraksi satu sama lain. Satu hal lainnya adalah, para hantu tersebut biasanya belum dapat hilang dari dunia nyata ini ketika masih ada urusan mereka yang belum terselesaikan. Apapun itu, sesepele apapun masalahnya, mereka masih akan tetap ada disini, sampai akhirnya mereka dapat menemukan manusia yang mau membantu mereka untuk menyelesaikan masalahnya. Tapi, nggak perlu takut untuk membaca Bonus Track, karena di buku ini, kita tidak disuguhkan cerita horor yang menakutkan. Percaya deh!

“Ada hal yang baik untuk dijadikan candaan, tapi ada juga yang tidak....” (hal. 167)

“Itu urusanmu. Di dunia ini, orang-orang yang masih hidup juga punya urusan sendiri-sendiri.” (hal. 205)

“Aku kadang berpikir, manusia itu lebih mengerikan daripada hantu,” (hal. 321)

“Lagi pula, kehidupan manusia bukan dilihat dari seberapa panjang umurnya...” (hal. 331)

[REVIEW] Girls in The Dark - Akiyoshi Rikako

Saturday, December 20, 2014

Manusia adalah makhluk yang mengejar barang yang tidak bisa dia dapatkan; baik itu cinta, kekuatan, maupun status sosial. Namun, sosok manusia yang mengejar semua itu dengan sepenuh hati, terlihat sangat bodoh, tapi di saat bersamaan, juga terlihat menyentuh. (hal. 152)

Judul: Girls in the Dark
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerjemah: Andry Setiawan
Penerbit: Haru
Tebal: 279 halaman
My Rating: ★★★★

---

Ketua Klub Sastra SMA Putri Santa Maria dikabarkan mati. Shiraisi Itsumi ditemukan meninggal karena diduga jatuh dari atas teras dengan setangkai bunga lily di tangannya. Banyak cerita yang beredar, ia mati bunuh diri atau mungkin juga dibunuh.

Maka, untuk mengenang hari kematian Itsumi, Sumikawa Sayuri sebagai sahabat dan Wakil Ketua Klub Sastra mengadakan acara Yami-nabe (panci dalam kegelapan). Yami-nabe adalah ritual dimana tiap peserta akan membawa bahan makanan yang dirahasiakan dari orang lain. Semua orang harus memasukkannya ke dalam panci berisi air mendidih dan kemudian memakannya. Acara ini juga biasanya dilakukan di tempat berpenerangan sedikit, atau bahkan gelap sama sekali.

Selain Yami-nabe, Sayuri juga meminta setiap anggota Klub Sastra yang menjadi peserta untuk membacakan naskah cerpennya terhadap kematian Itsumi. Dari naskah itulah, akan diketahui dan dianalisis siapa pelaku pembunuhan yang menyebabkan Itsumi meninggal dunia.

Tempat Berada oleh Nitani Mirei
Mirei adalah siswi kelas 1-A, ia dapat bersekolah di SMA Putri Santa Maria karena mendapatkan beasiswa Shiraisi untuk melanjutkan pendidikannya. Walaupun miskin, Mirei adalah anak yang pintar, itulah mengapa akhirnya ia bisa bergabung menjadi anggota Klub Sastra karena ajakan Itsumi.

..., akhirnya aku sadar bahwa aku bukan orang yang hanya bisa menerima, tapi juga memiliki banyak hal yang bisa aku berikan kepada orang lain. (hal. 50)
Macaronage oleh Kominami Akane
Ia adalah seorang pattisier handal, gemar membuat berbagai makanan kudapan khas Eropa yang membuatnya ingin sekali memiliki restoran ala Barat. Akane yang awalnya sangat membenci Itsumi, tiba-tiba tertarik bergabung dengan Klub Sastra karena mengetahui di salon terdapat sebuah dapur mewah yang dapat digunakannya untuk memasak.

Menurutku rasa iri timbul karena perasaan yang mengatakan bahwa seseorang seharusnya bisa menjadi seperti yang dia irikan. (hal. 50)
Balkan di Musim Semi oleh Diana Detcheva
Diana adalah murid internasional yang berasal dari sebuah desa di Bulgaria bernama Rebagrad. Ia mendapatkan beasiswa tersebut karena mengenal Itsumi yang pernah melakukan semester pendek di desanya. Kecintaannya terhadap Jepang semakin timbul saat Itsumi memintanya untuk melakukan pertukaran pelajar ke negeri Sakura tersebut.

“Kalau kamu benar-benar ingin membalas budi, jangan kepadaku. Tapi lakukan pada orang-orang yang tidak beruntung.” (hal. 49)
Perjamuan Lamia oleh Koga Sonoko
Selain Itsumi, Koga juga bercita-cita untuk menjadi seorang dokter. Ia tidak percaya pada hal-hal berbau supranatural dan non-ilmiah. Baginya, segala sesuatu bisa dan harus rasional. Keinginan yang kuat itulah yang menyebabkannya harus melakukan apa saja agar dapat menjadi seorang dokter.

Apakah kehidupan akan jadi bermakna tanpa kita sendiri yang menjadi tokoh utamanya? (hal. 226)
Pengebirian Raja Langit oleh Takaoka Shiyo
Dari anggota Klub Sastra, mungkin Shiyo-lah yang paling cocok untuk mengenal sastra. Ia adalah seorang penulis yang telah mendapatkan penghargaan terhadap bukunya. Mengetahui hal tersebut, Itsumi mengajak Shiyo agar mau bergabung dengan klub yang sejak lama vakum tersebut.

“... Bukankah kita diajari supaya kita memaafkan orang yang bersalah pada kita?” (hal. 95)
***

Daebak!! Ceritanya benar-benar mistis dan agak sadis. Penuh misteri dan banyak teka-teki. Kalau membacanya, kita benar-benar dikejutkan dengan ending yang benar-benar mengerikan. Hmm... recommended untuk kamu yang suka genre seperti ini.

Ada hal-hal yang tidak bisa dibicarakan justru karena sahabat. (hal. 58)
Aku mulai membacanya sejak beberapa minggu lalu, kemudian terhenti (lagi) karena kesibukan. Awalnya, harus melanjutkan dari bab kedua itu agak sulit, akhirnya memutuskan untuk membaca lagi dari awal. Hmm... tapi, kalau boleh jujur, aku curang ya, karena membaca dari akhir-awal-tengah-awal-tengah-akhir. Random saja, tapi tetap rasa tegangnya akan berbeda bagaimanapun teknik membacanya.

Dari yang atas tadi, memang cukup spoiler. Ya karena aku tau mungkin sudah banyak orang yang membaca buku Akiyoshi-sensei ini. Tapi, untuk beberapa aku biarkan tersembunyi supaya kesannya masih-ada-yang-harus-ditebak. Hehe...

Setiap naskah cerpen yang dibacakan oleh anggota Klub Sastra memang punya pandangan berbeda-beda, walau... alur ceritanya mungkin hampir sama satu dengan yang lainnya. Aku pikir, mereka terlalu menghormati Itsumi dan menyudutkan teman-temannya sesama anggota Klub Sastra. Benar-benar persaingan ala SMA Putri.

Kesan yang muncul adalah kita harus benar-benar memeras otak untuk tahu siapa sebenarnya ‘pelaku pembunuh Itsumi’ itu. Apalagi, kalau kamu membaca seperti biasanya, masih ada kemungkinan kamu lupa apa cerita di bab sebelumnya *ups spoiler, eh itu sih aku*. Setiap kisah, memberikan teka-teki tersendiri yang harus kita rangkai menjadi puzzle yang seutuhnya. Tapi... mungkin saja semuanya pudar bila kita tahu ending-nya ternyata... sangat, sangat, sangat, sangat mengerikan, menegangkan, dan menakutkan.

Duh, beneran deh! Sampai saat aku menulis resensinya pun, masih terbayang dan ada rasa tidak percaya dengan ending-nya itu. Rikako-san memang pintar mengaduk-aduk emosi pembaca :D Jadi, bersediakah kamu mendengarkan cerita mereka dalam kegelapan?

Rahasia akan menjadikan kehidupan orang yang mengetahuinya menjadi harum dan memberikan rasa yang penuh akan cita rasa. (hal. 227)

Pegang rahasianya, rebut tempatnya berada, dan sudutkan. Menggenggam rahasia seseorang sama dengan menggenggam jiwanya. Tidak ada kepuasan yang melebihi kepuasan itu. (hal. 227)

Kalau kau ingin menggerakan orang sesuai dengan kehendakmu, genggamlah rahasianya... (hal. 237)

by.asysyifaahs(◕‿◕✿)

[REVIEW] Simple Thinking about Blood Type 2 - Park Dong Sun

Sunday, August 24, 2014

Sejak dulu orang pasti menginginkan timbal balik yang sepadan dari apa yang telah mereka lakukan. (hal. 291)

Judul: Simple Thinking about Blood Type 2
Penulis: Park Dong Sun
Penerbit: Penerbit Haru
Tebal: 302 halaman
Rating: ★★★★

---

Selain sifat-sifat yang dinyatakan di komik Simple Thinking about Blood Type 1, kini sifat-sifat tiap golongan darah makin banyak lho. Ternyata, golongan darah A juga punya sifat yang baik hati, halus, dan lembut. Golongan darah B itu punya sifat yang jujur, kreatif, dan bebas. Nah, kalau golongan darah O selalu aktif, ingin tahu, dan ramah. Sedangkan, tipe golongan darah AB adalah mereka yang terampil, misterius, dan bijaksana. Whoooaaa....

Golongan darah A paling banyak populasinya dibanding dengan golongan darah lain. Golongan darah A 34,2%, golongan darah B 27,1%, golongan darah O 27%, dan terakhir golongan darah AB 11,4%. (hal. 238)
Di masa Taman Kanak-Kanak, ketika setiap anak dari tiap golongan darah diminta untuk menggambar hantu, bagaimana ya imajinasi mereka? Golongan darah A mendengar apa yang disuruh guru, lalu mengerjakannya dengan semangat ^^v Golongan darah B mengimajinasikan hantu yang spesial (misalnya, payung hantu/mobil hantu). Golongan darah O terus membuat alur cerita berhantu seperti layaknya pendongeng. Sedangkan golongan darah AB, walaupun di tengah-tengah pelajaran sang guru bertingkah seperti hantu dan menakuti-nakutinya, ia tidak  menghiraukannya sama sekali (kasihan!).

Masuk masa Sekolah, sifat setiap golongan darah juga dapat diamati dari cara mereka berpakaian. Si A yang memakai seragam dengan rapi dan menaati peraturan, B yang memakai seragam dengan seenaknya, O yang malah ingin menjadi trendsetter seperti Syahrini dengan gaya berpakaiannya sendiri, dan AB yang sebenarnya mempunyai selera berpakaian yang bagus namun tidak akan mengubah gaya dandanannya saat berseragam. Kesemua ini menunjukkan sifat dari tiap golongan lho, percaya atau tidak.

Selanjutnya, ada lagi cerita ketika mereka-mereka ini memasuki dunia perkantoran. Bagaimana ya jadinya saat tiap golongan darah harus mempresentasikan hasil kerjanya? Tentunya, golongan darah A yang teratur akan menyiapkan segala sesuatunya dengan sempurna. Golongan darah B yang terlalu bebas, malah membuat presentasi menjadi terlalu singkat karena ia tidak suka hal yang merepotkan. Golongan darah O punya kecenderungan menunja pekerjaan yang malah membuatnya tergesa-gesa dalam melakukan presentasi. Sementara AB, selalu berpendapat bahwa presentasinya paling berhasil di antara yang lainnya.

Tidak hanya itu, kehidupan pribadi tiap golongan digambarkan Park Dong Sun melalui dongeng-dongeng, seperti Putri Tidur, Jack and The Bean, Putri Duyung, dan 3 Babi Bersaudara. Setiap hal menarik seperti judul Smartphone, Kafe, Hadiah, dan Perayaan Natal menjadi tema tertentu yang kemudian mendeskripsikan watak dan karakter dari A, B, O, dan AB.

***

Kisah golongan darah kini berlanjut dengan seri keduanya, Simple Thinking about Blood Type 2. Berbeda dengan seri pertama, komik yang satu ini lebih banyak membahas sisi kehidupan tiap golongan darah dimulai dari Taman Kanak-Kanak sampai dunia Kantor, dan Kehidupan Pribadi mereka.

Bila ingin mengetahui sifat yang dimiliki seseorang, maka kita harus bersamanya dalam waktu yang cukup lama agar bisa memahaminya secara detail. (Kata Pengantar)
Ada yang unik di buku kedua ini, selain halamannya yang lebih tebal sehingga kita lebih puas, cerita yang disajikan juga tidak monoton. Semakin kesini, semakin seru. Setidaknya, kita jadi lebih tahu dan lebih memahami akan karakter dari orang-orang di sekitar kita yang mempunyai tipe golongan darah berbeda.

2% kekurangan dari sekelompok wanita yang sibuk sendiri adalah... kepedulian. (hal. 286)
Dari sekian banyaknya pernyataan, aku agak terkejut juga mengingat sifat-sifat yang digambarkan dari golongan darah AB—which is my blood type—baru aku sadari dan malah menjadi bahan tertawaan sendiri, haha. Seperti, pernyataan bahwa anak bergolongan darah AB terlihat lebih tua daripada usia yang sebenarnya, seandaikan jujur... aku bisa meyakininya atau bahkan tidak sama sekali. Umurku baru (akan) menginjak 15 tahun kelas 11 SMA ini, tapi entah kenapa wajahku menunjukkan bahwa aku sedikit, agak, hampir tua dibanding teman-teman yang berumur 16-17 tahun x_x

Belum lagi, pernyataan bahwa di saat terkena teguran, mereka yang bergolongan darah AB akan pura-pura mengerti dan menjawab seenaknya, menghindar saat ditanya, bahkan meremehkan perkataan orangtua. Hihi, kalau memang sedang marah dengan Mamah, aku memang seperti itu. Daebak!!

Nah, jika di komik Simple Thinking about Blood Type 1 di akhir bab ada Diary Bergambar Si Cowok Gila, kini di seri keduanya tidak ada, hanya ada kisah sebuah keluarga yang sepertinya menunjukkan keluarga dari Park Dong Sun sendiri, dengan Appa adalah tipe A, Eomma tipe B, Hyung tipe A, dan dirinya yang bertipe O, tapi tetap karakter gambarnya masih sama seperti di Simple Thinking about Blood Type 1. Eits, tunggu dulu, masih penasaran kan dengan kisah golongan darah ini? Kita tunggu saja Simple Thinking about Blood Type 3 ^-^

by.asysyifaahs(◕‿◕✿)

[REVIEW] Simple Thinking about Blood Type - Park Dong Sun

Dalam bergaul di tengah masyarakat, hal yang terpenting adalah mengetahui cara menjalin hubungan dengan orang yang berbeda sifat dan karakter. (Prakata)

Judul: Simple Thinking about Blood Type
Penulis: Park Dong Sun
Penerbit: Penerbit Haru
Tebal: 262 halaman
Rating: ★★★★

---

Takdir itu... bukan sesuatu yang diakhiri, tetapi sesuatu yang harus dibuka. Meski salah satu ikatan takdir yang tersisa memberikan beban berat, tetapi tidak boleh mengakhirinya dengan bodoh. (hal. 220)
Di dunia ini ada empat jenis golongan darah, ada A, B, O, dan AB. Golongan darah A hidup secara teratur dan taat peraturan. Peduli dan perhatian terhadap orang lain. Namun sulit beradaptasi dalam lingkungan sosial yang cepat berubah.

Golongan darah B tidak suka mencampuri urusan orang lain, juga tidak suka bekerja atau melakukan sesuatu secara teratur. Jika menyukai sesuatu, maka dia akan melakukannya terus-menerus tanpa memedulikan yang lain.

Golongan darah O memiliki semangat hidup yang sangat kuat. Idealis sekaligus realistis. Suka mengatur orang lain, juga selalu berhati-hati karena melihat orang lain sama kuatnya dengan dirinya.

Golongan darah AB adalah campuran antara sifat golongan darah A yang tenang dan stabil, juga plin-plan seperti sifat golongan darah B. Orang yang realistis, dingin, dan kemampuan bernegosiasinya sangat baik. Kritikus yang berbakat dan pandai memberikan saran. Namun, tidak semua orang suka mendengar sarannya, meskipun semua yang dikatakannya benar. Ia suka mengkritik, padahal dia sendiri tidak pernah melakukan tindakan yang disarankannya.

Pernah kan merasa kecewa terhadap orang lain?
Pernah kan tertusuk oleh “pedang tajam” teman yang dipercaya?
Pernah kan tersakiti oleh teman yang tidak pernah membuka hatinya?
Pernah kan merasa tidak bisa dipahami oleh orang lain?
***

Aku bergolongan darah AB, sedikit banyak (atau mungkin hampir 99%) pernyataan di buku ini ada benarnya. Ayahku juga punya golongan darah AB, tapi setelah dipikir-pikir kok rasanya hanya beberapa saja ya yang cocok dengan beliau? Hihi...

Katanya, AB itu realistis dan dingin, SETUJU. Makanya, nggak heran deh kalau di banyak waktu, aku suka menyendiri di tengah keramaian *tssaaah. Belum lagi, AB ini orangnya suka mengkritik, tepat dengan sifat aku yang begitu, bahkan terlalu cerewet mengomentari perbuatan-perbuatan orang yang lain yang nggak aku sukai.

Satu kata yang diucapkan oleh seseorang yang sedang jatuh cinta, “semakin menyukai seseorang, aku semakin lelah.” (hal. 256)
Simple Thinking about Blood Type ini awalnya dibuat karena banyak junior dan teman-teman Park Dong-Sun yang sering berkumpul, mengobrol bersama, dan membicarakan tentang golongan darah. Terkadang, ada perilaku-perilaku aneh yang dilakukan orang-orang tersebut saat bersama, misalnya pergi meninggalkan tanpa sebab, atau terlalu sibuk tanpa benar-benar peduli pertemuan itu. Ditambah, karena sebelumnya Park Dong-Sun sering membuat komik berupa web toon, akhirnya terbitlah komik yang merupakan hasil pengamatan ini di Korea sana.

Itu... seperti sebuah bekas luka. Tidak mungkin lebih sakit lagi, tetapi setiap kali melihatnya jadi teringat lagi... (hal. 210)
Semua pernyataan di komik ini bisa jadi ada benarnya, boleh lah kamu cocokkan satu per satu dengan sifat teman, saudara, atau orang-orang di sekitarmu. Kita bisa mengetahui sifat seseorang melalui golongan darahnya, baik secara umum maupun kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan masing-masing golongan darah. Berlanjut ke hubungan sosial antargolongan darah, cerita serunya, dan ada Diary Bergambar si Cowok Gila yang aku yakini sebenarnya ini adalah diary ala Park Dong-Sun sendiri, mengingat tokoh Ayah bergolongan darah A, Ibunya B, Hyung-nya A, dan si ‘Cowok Gila’ bergolongan O *lho kok bisa?*

Bisa disimpulkan, kalau golongan darah A itu orangnya teratur, taat, dan patuh. Kalau B sih, ekspresif, bebas, tapi tetap peduli sekitar. Nah, yang O punya semangat tinggi, praktis, tapi seringkali merasa tersaingi. Sementara AB *ehem* orangnya suka mengkritik, realistis, dan mandiri. Tapi, Park Dong-Sun berpesan agar kita nggak seenaknya aja menilai orang berdasarkan golongan darahnya, kadang nggak semua pernyataan di web comic ini benar 100%, yang namanya manusia pasti punya salah, jadi hati-hati juga ya. Dan serial pertamanya ini masih belum cukup lho, nanti kita lanjut ke Simple Thinking about Blood Type 2 ya :D

Aku harap semuanya semakin mencintai seseorang, bisa semakin belajar cara untuk semakin mencintainya. Aku berharap semakin belajar cara untuk lebih banyak memberi. Aku berharap semakin belajar cara untuk lebih mampu mengungkapkannya. (hal. 258)
by.asysyifaahs(◕‿◕✿)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
a book blog by @asysyifaahs