Aku harus bersabar. Tidak ada yang bilang kalau hidup itu
mudah. (hal. 103)
Judul: The Chronicles
of Audy 4R
Penulis: Orizuka
Penerbit: Penerbit Haru
Tebal: 320 halaman
Rating:★★★★
---
Gadis berusia 22 tahun yang sedang menjalani semester akhir
di Jurusan Hubungan Internasional, FISIP UGM itu bernama Audy Nagisa. Kini, ia akan menghadapi masa-masa tugas akhir ketika
tahu kedua orangtuanya telah ditipu oleh sebuah bisnis investasi abal-abal.
Makanya, bukannya mendapat uang jajan dari Ayah dan Ibunya, Audy terpaksa
mencari uang sendiri dengan bekerja sebagai babysitter
seperti yang tertulis dalam lowongan pekerjaan di koran saat itu.
Kata orang, cara paling ampuh untuk
melupakan patah hati adalah dengan menemukan penggantinya. (hal. 199)
Pertama kali datang ke alamat rumah yang tercantum, Audy
merasa ragu, rumah tersebut lebih layak disebut rumah hantu dibandingkan rumah
manusia. Namun, semua ketakutan tersebut sirna saat ia bertemu dengan
pemiliknya yang bernama Regan. Dan, oh tidak, ternyata rumah itu berisi 4 orang
anak lelaki yang tampan-tampan.
Kalau aku adalah objek penipuan dan penindasan dari sosok
intelektual nan ganteng bernama Regan. (hal. 102)
Regan adalah anak
pertama, ia bekerja sebagai pengacara di suatu firma hukum-entah apa. Pertama kali melakukan kontrak dengan Regan, membuat
Audy lupa dan tidak teliti membaca kesuluruhan isi kontrak tersebut. Yang ia
pikirkan hanyalah, ia bisa mengambil uang di muka. Namun, karena kesalahannya
itu, ia tidak saja bekerja sebagai pengasuh anak, tapi juga sebagai pembantu di
rumah yang kondisinya mirip kapal perang pecah itu.
Romeo, adik Regan
yang merupakan seorang gamer, hacker, dan cracker. Walaupun tampilannya lebih mirip seniman jalanan yang
kumal, di tangan Romeo urusan internet dan listrik keluarga bisa lancar.
Berkatnya, semua kebutuhan tersebut dapat terpenuhi walau hanya sekadar duduk
di depan komputer.
Rex, adik Regan
yang kedua yang masih pelajar kelas 12 SMA ini punya sifat yang berbeda dengan
kakak-kakaknya. Ia menyukai kebersihan demi menjaga penyakit asmanya. Ia juga
lebih sensitif dibanding ketiga saudara R lainnya.
Terakhir, ada Rafael.
Walaupun ia adalah seorang balita berumur 4,5 tahun, kelakuan Rafael ini adalah
gabungan dari sifat semua kakaknya. Bahkan, Audy yang seharusnya menjaga Rafael
layaknya “baby” malah kalah saing
dengan anak sekecil itu.
Baru beberapa hari tinggal bersama
empat cowok ini, aku sudah bisa merangkum sifat masing-masing dalam satu
kalimat. Regan, nama kode R1, adalah sosok yang nyaris sempurna, pekerja keras,
tapi perhitungan. Romeo, R2, adalah sosok pemalas yang takut air, senang
bermain, walaupun paling ramah. Rex, R3, adalah sosok terpelajar yang seluruh
hidupnya didedikasikan untuk prestasi akademis, tapi tertutup dan sensitif.
Sedangkan Rafael si bungsu, R4, adalah sosok balita gadungan yang memiliki
semua sifat kakak-kakaknya.
Aku? Aku hanyalah sosok gadis bodoh yang tergoda gaji di
muka yang dipakai orang tidak bertanggung jawab untuk membeli Wii sehingga
harus diusir dari kos dan terdampar di rumah berisi cowok-cowok yang baru
kudeskripsikan tadi. See? Satu
kalimat. (hal. 148)
Begitulah, hari demi hari Audy jalani demi mendapatkan gaji
yang bisa dipakainya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di Jogja. Semua masalah
di keluarga 4R itu awalnya membuatnya pusing, belum lagi ia merasa dongkol
dengan sikap orangtuanya yang lagi-lagi kena tipu bisnis abal-abal. Tapi, ia
bukanlah gadis yang dengan mudahnya menyerah, Audy tetaplah gigih dengan
kemauan kerasnya demi menjalani hidup dan semester akhir di Jogja. Penasaran
dengan ceritanya? Baca selengkapnya di The
Chronicles of Audy 4R.
***
Review pertama di
2015, tapi aku bacanya di akhir 2014 menuju 2015 sih. Kalau semakin lama
semakin ditunda, kadang kita jadi bingung dan lupa dengan alurnya. Makanya,
sedikit intip-intip juga review
beberapa teman di Goodreads, hehe...
Kisah Audy ini lucu. Walaupun dia adalah anak kuli...
maksudnya kuliahan, tapi tetep aja rasa cerewetnya kayak anak-anak ABG zaman
sekarang. Audy juga punya seorang partner-in-crime
bernama Missy yang selalu siap membantunya kapan pun, terkecuali untuk urusan
akademis khususnya skripsi. Meskipun kehadiran Missy tidak banyak hadir dalam
cerita ini, Missy tetap memberikan kesan unyu dan arti seorang sahabat.
Hmm... apalagi saat Audy diusir dari kosannya karena
menunggak selama 3 bulan. Missy bukan tidak mau membantu, malah ia memaksa Audy
untuk ikut tinggal di kamar kosnya. Namun, karena Audy tahu diri, ia pun tidak
ingin menyusahkan lebih banyak sahabatnya itu. Berbekal modal mengurus Aries
adiknya, ia kemudian mencoba melamar menjadi babysitter. Namun, bukannya bekerja jadi pengasuh anak, tapi juga
ditambah dengan pekerjaan memberes-bereskan keadaan rumah keluarga tersebut,
hingga akhirnya Regan mengizinkan Audy untuk tinggal di paviliun yang ada di
rumah tersebut.
Benar kata Ibu, saat perasaan sedang kacau, beres-beres rumah
adalah obat terbaik. (hal. 100)
Woow, memangnya siapa yang nggak mau sih serumah dengan 4
cowok ganteng seperti 4R itu? Oke, entah apakah Rafael sudah termasuk “lelaki”
atau bukan, tapi kalau dilihat dari kebiasaannya membaca majalah Playboy tiap
edisinya, bisa dikatakan bahwa Rafael cepat dewasa dibanding umurnya.
Cerita ini kocak, seru, menarik, humoris, dan kompleks
dengan permasalahan seputar keluarga. Audy yang bahkan bukan siapa-siapa
keluarga tersebut, di sela waktu tertentu kadang bisa ambil bagian dalam
keluarga Rashad. Tokoh-tokoh yang ada juga memorable,
setiap anggota keluarga 4R punya ciri khas masing-masing yang membuatnya unik
dan kesan cerita semakin seru. Pokoknya, cocok dibaca untuk remaja yang suka
dengan cerita seputar keluarga. Lovable!
Maksudku, bagaimana bisa melupakan
orang yang setiap hari harus kulihat? (hal. 267)