Showing posts with label Rating 2. Show all posts
Showing posts with label Rating 2. Show all posts

[REVIEW] Unforgiven - Eve Shi

Monday, June 15, 2015

Rumah bukan makhluk hidup yang bisa mengancam manusia. (hal. 9)

Judul: Unforgiven
Penulis: Eve Shi
Penerbit: GagasMedia
Editor: Nico Rosady
Proofreader: Tesara Rafiantika
Penata letak: Gita Ramayudha
Desain cover: Levina Lesmana
Tebal: 262 halaman
Harga: Rp. 39.000,-
Rating: ★★

Rumah hijau kedatangan penghuni baru, padahal orang-orang di kompleks itu tahu, bahwa rumah hijau bukanlah sembarang rumah. Ada banyak kabar beredar bahwa rumah tersebut angker, banyak hal yang melatarbelakanginya, mulai dari isu keluarga yang tidak harmonis, kejahatan kriminal, hingga santer terdengar pembunuhan pernah terjadi di rumah tersebut.

Lurk: To move about furtively, or wait in a concealed position. (hal. 1)

Kaylin adalah salah satu anggota keluarga yang mendiami tempat tinggal di samping rumah hijau yang sudah lama tidak ditempati itu. Meski sudah lama, ia baru merasa keanehan mulai banyak terjadi setelah Yanuar—orang yang pindah—berniat tinggal disana. Rico, sahabat Kaylin, pun merasa demikian. 

[REVIEW] My Creepy Diary - Ayumi Chintiami

Monday, March 30, 2015

“Pro sama kontra itu biasa dalam hidup. Nggak usah berusaha menjadi disukai semua orang. Hidupmu nggak akan seru kalo semua orang menyukai kamu.” (hal. 210)

Judul: My Creepy Diary
Penulis: Ayumi Chintiami
Penerbit: Bukuné
Editor: Moh. Rido S.
Proofreader: Elly Afriani
Penata letak: Irene Yunita
Desain sampul: Evelline Andrya & Gita Mariana
Ilustrasi isi: Evelinne Andrya
Tebal: 264 halaman
Harga: Rp49000,-
Rating: ★★

---

Menjadi seorang anak indigo bukanlah pilihan, memangnya siapa yang mau memilih dan meminta Tuhan agar kita ditakdirkan menjadi anak berkemampuan sixth sense? Nggak ada yang mau. Indigo adalah berkah, namun indigo juga menjadi kutukan bagi mereka yang mengalaminya—termasuk aku mungkin.

Adalah Ayumi Chintiami, di usianya yang masih berumur 11 tahun, kemampuan tersebut pertama kali muncul saat ia keluar di malam hari. Dari pertemuan pertama itu, membuatnya tidak saja bisa melihat tapi juga berbicara dengan “mereka”. Kata orang, ketika hal itu terjadi, mungkin frekuensi antara manusia dengan makhluk astral tersebut tepat bertemu di titik perpotongan secara bersamaan.

[REVIEW] Smart Handbook Matematika SMA

Sunday, March 29, 2015

Judul: Smart Handbook Matematika SMA Kelas 10, 11, 12
Penulis: Wenda Ayu Mawarti, S.Pd dan Windi Ayu Mawarni, S.Pd
Penerbit: PT Tangga Pustaka
Editor: Rizky Maulana Ibrahim
Desain cover: Yulai Tse
Layout: Mawardi Noor
Tebal: 354 halaman
Harga: Rp49.000,-
Rating: ★★

---

Halo, apa kabar teman-teman pembaca buku? Waah, lama nggak blogging, kok rasanya sedikit berdebu ya. Mau sapuin nih, coba angkat kakinya, Syifa mau beres-beres dulu! Jadi, baru saja kemarin menyelesaikan masa-masa kritis alias UTS. Anak sekolah dong, masih zaman main-main di Ujian Tidak Serius Ujian Tengah Semester

Ngomongin UTS, teman-teman juga pasti pernah memerlukan buku-buku pelajaran kan dalam menunjang pemahaman materi? Nah kali ini, Syifa bakal membahas salah satu buku yang minggu kemarin dipakai buat buku penunjang. Jarang kan, aku bikin review buku pelajaran, hehe.

[Book Review] After School Horror

Monday, May 5, 2014

Pernahkah kamu merasa ketika berada di suatu tempat, tiba-tiba perasaanmu mengatakan, aku pernah melihat tempat ini sebelumnya..., tapi entah kapan. (hal. vii)

Judul: After School Horror
Kisah nyata hantu di sekolah
Penulis: Nana R. Praptini
Penerbit: Bukuné
Tebal: 164 halaman
ISBN: 978-602-220-102-1
Harga: Rp. 37.000,-
Hujan turun deras dan motorku sulit untuk di-starter. Aku bimbang, ingin bolos tapi rasanya harus tetap les. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi. Dalam perjalanan, di tikungan yang gelap, sebuah mobil muncul dengan kecepatan tinggi.

Aku terlambat menyadari kedatangannya. Kubanting setang motor ke kiri untuk menghindari tabrakan. Tapi percuma…. Aku terjatuh dan kepalaku terbentur pembatas jalan dengan sangat keras. Darah segar mengalir dari kepalaku, tubuhku terasa lumpuh seketika. Sakit sekali rasanya. Sedikit demi sedikit rasa dingin menjalar ke seluruh tubuhku….

Prita tidak bisa melanjutkan membaca surat yang ditulis Lydia, muridnya. Bulu kuduknya bergidik. Bagaimana mungkin Lydia bisa hadir di kelas dan menulis surat itu, padahal dia sendiri sudah menghembuskan napas terakhir di perjalanan?



Kisah horor dan seram banyak terjadi di sekitar kita, tidak terkecuali ketika kita mencari ilmu—di bangunan kampus tua, sudut-sudut kelas sepi, atau toilet gelap sekolah yang selalu kamu hindari. After School Horror berisi delapan cerita nyata yang terjadi di lingkungan kampus dan sekolah. Membuktikan bahwa mereka juga ada di sekitar kita. Bersiaplah untuk jam pelajaran tambahanmu…, yang penuh teror….
Pernah merasa dihantui oleh makhluk astral? After School Horror terbagi menjadi 8 cerita yang masing-masing dilatarbelakangi oleh setting sekolah atau kampus.

Ciuman Pertama. Menceritakan tentang Dessy yang berpura-pura sakit dan masuk UKS, disana dia malah ‘melihat’ suatu kejadian di 8 bulan yang lalu, Dessy juga mengenal Evan yang kemudian mereka saling jatuh cinta. Namun ternyata..., ada rahasia yang terkuak antara hubungan Evan dengan kejadian di UKS tersebut.

Teman Sekamar. Adalah Rina, seorang mahasiswa baru yang mendapat kamar kost bernomor A-13, angka yang menunjukkan kesialan. Rina mempunyai teman sekamar bernama Asri, walaupun baik tapi lama-kelamaan Rina merasa jengah terhadap perilaku posesif Asri yang berlebihan. Hingga akhirnya..., ia menyadari satu hal yang tidak diketahuinya selama ini.

Terlambat Datang. Prita adalah salah satu pengajar di sebuah lembaga bimbingan belajar Bahasa Inggris. Tidak seperti biasanya, hari ini ada satu muridnya yang tidak masuk kelas, namanya Lidya. Namun, saat Lidya terlambat datang ke kelas, ia menemukan sesuatu yang ganjil. Sesuatu yang dapat membuatnya menolong orang lain.

Makalah Remedial. Ninda adalah seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi, ia mendapat tugas tentang Ekonomi Makro yang tidak dimengertinya sama sekali. Akhirnya, ia meminta Sophie—sahabatnya—untuk menemaninya ke perpustakaan. Disana, ia bertemu dengan Putri, katanya Putri sanggup untuk membantu Ninda mengerjakan tugasnya hanya dalam waktu 2 hari saja. Benarkah Putri bersedia membantu Ninda dan menyelesaikan tugasnya?

Ada cerita lainnya lagi, seperti Penunggu Kamar Kos, Playlist Siapa?, Di Gazebo Tengah Malam, dan Saat Jantung Berdegup Kencang. Ada baiknya, kamu membaca sendiri ya :)

***

Aku re-read buku ini sampai 3 kali, tidak... bukan karena nggak ada bahan bacaan lain untuk dibaca, tapi lebih kepada aku harus mengulangnya karena lupa lagi dengan ceritanya yang seperti apa. Biasanya sih terhenti di bagian Makalah Remedial, lalu membaca bacaan lain, berselang waktu... dan kemudian baca ulang, padahal dapat buku ini dari Mbak Yuska @ Lust and Coffee pas awal tahun baru x_x

Kalau boleh jujur, entah karena aku yang bukan penakut [faktanya bohong], atau memang ceritanya yang nggak menakutkan, kok biasa aja ya? Padahal Mela—siapapun itu, anggaplah dia temen aku—katanya dia takut banget sama buku yang satu ini. Kalau menurut aku, ceritanya selalu punya ending yang menggantung, gini nih “Eh, udah abis aja? Jadi, semua berakhir seperti ini?” Ya nggak kayak gitu sih, cuma ending-nya kurang memuaskan, apalagi berupa kumpulan cerita.

Terlebih, di cerita terakhir—Saat Jantung Berdegup Kencang—malah dibagi lagi jadi 3 cerita, cerita dalam cerita, bikin ceritanya jadi kayak terburu-buru gitu lho. Hmm... faktanya aku nggak takut, cuma entah kenapa pas baca buku ini kok kayak ada yang merhatiin ya :/ Contohnya pas baca di pojok ruang tamu, eh di pojok lain kayak ada yang merhatiin, cuma perasaan mungkin ya :P

Review ini sekaligus jadi penguat juga pas aku tulis Dare To Say #1 : After School Horror by Nana R. Praptini. Awalnya, bisa aja masukkin buku ini ke DNF *dapat istilah baru dari Kak Sandra @ Page by Page*, cuma sayang juga sih, aku harus menamatkan sesuatu sampai selesai, biar nggak penasaran :D Tadinya, mau kasih 1 bintang aja, tapi cover-nya juga unyu kok, jadi ★★ untuk buku ini.

[Book Review] K-Pop Salah Gaul by @SMEntSalahGaul @Kpopers_ngakak @Kpopers_family

Tuesday, April 15, 2014


Judul : K-POP SALAH GAUL 
Penulis : @vjheru93 @shaunmbeesheep (creator @SMEntSalahGaul), @DNRivernate (admin @Kpopers_ngakak), Widuri Astarini P. & Yetsa Gustaviano (admin @Kpopers_family)
Penerbit : Wahyumedia; Cetakan ke-3 2013
ISBN : 979-795-740-3;
Harga : Rp.49.000,00

Jomblo, nggak ada duit, nggak bisa nonton konser bias lo, argghhh nggak bisa deh pokoknya!!! *oke, absurd* Intinya gini, buat yang pengen banget ketawa ngakak nggak berhenti sampe tumpeh-tumpeh dan ngisi waktu nggak jelas lo, kita bakal kasih elo kejutan gokil paling cetarrr membahana dan terpampang nyata melintasi Indonesia-Korea. Yap, buku K-Pop Salah Gaul ini kita dedikasikan buat elo.
INGET NIH, YA!!! K-Pop Salah Gaul itu bukan antis girlband, boyband, atau apa pun. Buat hiburan doang, kok. Enak nggak sih kalo hidup lo serius mulu kayak siaran berita kriminal? Nggak, kan? Nah, buat nyeimbangin hidup lo yang nggak jelas itu, kita kasih lawakan-lawakan. Jangan mikir karena lawakan kita, image idola lo jadi buruk.

Kibum : Kalo kamu bikin foto hot, kira-kira posenya kayak gimana, ya?
Chorong : Sambil pegang kompor.
Kibum : Hot, ya -,- *jogethotsummer* #cubesalahgaul
---
Sungjae : Bang, sekarang gue pulang-pergi antar-jemput naek mercy, dong.
Minhyuk : Yaelah, biasa aja kali. Kerenan mobil gue. Lebih gede.
Sungjae : Mobil apaan bang?
Minhyuk : Mobil jenazah.
---
Item Putih Salah Gaul (Wawancara GD dengan GD)
Tanya : Bedcover kamu gambarnya apa?
GD Jawab : Nanya mulu lo kayak pembantu baru.
---
SINGKATAN DI BALIK NAMA KOREA
CL = Colokan Listrik              GD = Goyang Dangdut                      SM = Surya Makmur
GO = Gendang Orkes             JYP = Jajang Yang Pemalu                YG = Yang Galau
***

Kamu seorang K-Popers bukan? Kalau iya, pasti tau dong buku K-POP SALAH GAUL ini. Kalau belum, itu artinya kamu belum layak disebut sebagai K-Popers. Walaupun aku sendiri bukanlah seorang K-Popers, ya... bisa dibilang hanya penyuka budaya-budaya Korea, salah satunya mengagumi keindahan Pulau Jeju dan Namsan Tower, suka makan Kimchi yang sebenarnya itu adalah rujak khasnya Korea, dan bermimpi suatu saat bisa jalan bareng seseorang di kota Seoul. Cieee…

Buku ini terdiri dari beberapa bab yang pastinya bikin kamu ketawa ngakak sampe tumpeh-tumpeh *peragain ala Jupe di Nutrisari*. Ada 8 bab, yaitu Manajemen Salah Gaul, Acara Tipi Salah Gaul, Tips dan Info Salah Gaul, Cerpen Salah Gaul, Foto Salah Gaul, Lirik Lagu Salah Gaul, Random Salah Gaul, dan All Fandom Salah Gaul. Yang pasti semuanya bikin kamu salah gaul, eh maksudnya ceritanya memang salah gaul semua.
Dari bab 1 sendiri, Manajemen Salah Gaul terdiri dari beberapa sub-bab lagi, ada SM Entertainment Salah Gaul, YG Ent Salah Gaul, JYP Ent Salah Gaul, dan Cube Ent. Salah Gaul.
“Dora : Bapak kamu tukang balon, ya? │ PSY : Dih. Njis ada Dora! Udah yuk, udah! BUBAR BUBARRR!! │ Dora : Ish jahat, jadi gak ada yang mau gombalin akoohhhh? *aegyo” (hal. 11)

Nah kalau di bab 2 tentang Acara Tipi Salah Gaul, ada banyak lah acara televisi yang di-salah-gaul-in, salah satu contohnya adalah Item Putih Salah Gaul.

“18. Kalo udah gede kamu pengen jadi apa?
Penen jadi doktel. Penen cembuh-cembuhin temenku yang atit u,u” (hal. 53)

“48. KAMU BALES APA?
Kata dia, “Ini mama lagi pake nomer orang, kirimin mama pulsa ke nomer ini, jangan telepon dulu, mama lagi di kantor polisi”. Ya gue bales aja, “Tadi papa, nenek sama kakek juga sms kayak mama. Kenapa sih, mah keluarga kita selalu bermasalah sama polisi?! Aku capek mah! Aku malu!” (hal. 57)

Ada juga nih Foto Salah Gaul yang salah satu sub-bab nya Komik Salah Gaul, walau kebanyakkan yadongnya, tapi sumpah, ini ngakak abis!!
Buat kamu yang benci banget sama dunia K-Popers, buku ini bisa bikin kamu nggak salah paham lagi. Nggak selamanya boyband/girlband itu alay lho… Juga, buat kamu yang fanatik banget sama fandomnya, bukan berarti buku ini menjelekkan bias kamu, buku ini cuma sekedar twitter literature yang menyampaikan cerita-cerita lucu, konyol, dan ngakak. Emangnya kamu mau hidup keterusan serius dan bikin stress sendiri, nggak kan?
Well, kalau diminta kasih bintang, kayak kasih 2 dari 2 melonnya Hyorin *eh.
Hyorin di kasir supermarket…
Hyorin               : “Kok mahal banget mba harga melonnya?”
Mba kasir          : “Lho, kan emang ibu belinya 3 buah.”
Hyorin               : “GUA BELI CUMA 1!”
Mba Kasir         : “Ohh, maap maap. Kirain yang itu juga melon >.<” (hal. 5)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
a book blog by @asysyifaahs