[REVIEW] The Chronicles of Audy 4R - Orizuka

Sunday, January 4, 2015

Aku harus bersabar. Tidak ada yang bilang kalau hidup itu mudah. (hal. 103)

Judul: The Chronicles of Audy 4R
Penulis: Orizuka
Penerbit: Penerbit Haru
Tebal: 320 halaman
Rating:★★★★

---

Gadis berusia 22 tahun yang sedang menjalani semester akhir di Jurusan Hubungan Internasional, FISIP UGM itu bernama Audy Nagisa. Kini, ia akan menghadapi masa-masa tugas akhir ketika tahu kedua orangtuanya telah ditipu oleh sebuah bisnis investasi abal-abal. Makanya, bukannya mendapat uang jajan dari Ayah dan Ibunya, Audy terpaksa mencari uang sendiri dengan bekerja sebagai babysitter seperti yang tertulis dalam lowongan pekerjaan di koran saat itu.

Kata orang, cara paling ampuh untuk melupakan patah hati adalah dengan menemukan penggantinya. (hal. 199)

Pertama kali datang ke alamat rumah yang tercantum, Audy merasa ragu, rumah tersebut lebih layak disebut rumah hantu dibandingkan rumah manusia. Namun, semua ketakutan tersebut sirna saat ia bertemu dengan pemiliknya yang bernama Regan. Dan, oh tidak, ternyata rumah itu berisi 4 orang anak lelaki yang tampan-tampan.

Kalau aku adalah objek penipuan dan penindasan dari sosok intelektual nan ganteng bernama Regan. (hal. 102)

Regan adalah anak pertama, ia bekerja sebagai pengacara di suatu firma hukum-entah apa. Pertama kali melakukan kontrak dengan Regan, membuat Audy lupa dan tidak teliti membaca kesuluruhan isi kontrak tersebut. Yang ia pikirkan hanyalah, ia bisa mengambil uang di muka. Namun, karena kesalahannya itu, ia tidak saja bekerja sebagai pengasuh anak, tapi juga sebagai pembantu di rumah yang kondisinya mirip kapal perang pecah itu.

Romeo, adik Regan yang merupakan seorang gamer, hacker, dan cracker. Walaupun tampilannya lebih mirip seniman jalanan yang kumal, di tangan Romeo urusan internet dan listrik keluarga bisa lancar. Berkatnya, semua kebutuhan tersebut dapat terpenuhi walau hanya sekadar duduk di depan komputer.

Rex, adik Regan yang kedua yang masih pelajar kelas 12 SMA ini punya sifat yang berbeda dengan kakak-kakaknya. Ia menyukai kebersihan demi menjaga penyakit asmanya. Ia juga lebih sensitif dibanding ketiga saudara R lainnya.

Terakhir, ada Rafael. Walaupun ia adalah seorang balita berumur 4,5 tahun, kelakuan Rafael ini adalah gabungan dari sifat semua kakaknya. Bahkan, Audy yang seharusnya menjaga Rafael layaknya “baby” malah kalah saing dengan anak sekecil itu.

Baru beberapa hari tinggal bersama empat cowok ini, aku sudah bisa merangkum sifat masing-masing dalam satu kalimat. Regan, nama kode R1, adalah sosok yang nyaris sempurna, pekerja keras, tapi perhitungan. Romeo, R2, adalah sosok pemalas yang takut air, senang bermain, walaupun paling ramah. Rex, R3, adalah sosok terpelajar yang seluruh hidupnya didedikasikan untuk prestasi akademis, tapi tertutup dan sensitif. Sedangkan Rafael si bungsu, R4, adalah sosok balita gadungan yang memiliki semua sifat kakak-kakaknya.

Aku? Aku hanyalah sosok gadis bodoh yang tergoda gaji di muka yang dipakai orang tidak bertanggung jawab untuk membeli Wii sehingga harus diusir dari kos dan terdampar di rumah berisi cowok-cowok yang baru kudeskripsikan tadi. See? Satu kalimat. (hal. 148)

Begitulah, hari demi hari Audy jalani demi mendapatkan gaji yang bisa dipakainya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di Jogja. Semua masalah di keluarga 4R itu awalnya membuatnya pusing, belum lagi ia merasa dongkol dengan sikap orangtuanya yang lagi-lagi kena tipu bisnis abal-abal. Tapi, ia bukanlah gadis yang dengan mudahnya menyerah, Audy tetaplah gigih dengan kemauan kerasnya demi menjalani hidup dan semester akhir di Jogja. Penasaran dengan ceritanya? Baca selengkapnya di The Chronicles of Audy 4R.

***

Review pertama di 2015, tapi aku bacanya di akhir 2014 menuju 2015 sih. Kalau semakin lama semakin ditunda, kadang kita jadi bingung dan lupa dengan alurnya. Makanya, sedikit intip-intip juga review beberapa teman di Goodreads, hehe...

Kisah Audy ini lucu. Walaupun dia adalah anak kuli... maksudnya kuliahan, tapi tetep aja rasa cerewetnya kayak anak-anak ABG zaman sekarang. Audy juga punya seorang partner-in-crime bernama Missy yang selalu siap membantunya kapan pun, terkecuali untuk urusan akademis khususnya skripsi. Meskipun kehadiran Missy tidak banyak hadir dalam cerita ini, Missy tetap memberikan kesan unyu dan arti seorang sahabat.

Hmm... apalagi saat Audy diusir dari kosannya karena menunggak selama 3 bulan. Missy bukan tidak mau membantu, malah ia memaksa Audy untuk ikut tinggal di kamar kosnya. Namun, karena Audy tahu diri, ia pun tidak ingin menyusahkan lebih banyak sahabatnya itu. Berbekal modal mengurus Aries adiknya, ia kemudian mencoba melamar menjadi babysitter. Namun, bukannya bekerja jadi pengasuh anak, tapi juga ditambah dengan pekerjaan memberes-bereskan keadaan rumah keluarga tersebut, hingga akhirnya Regan mengizinkan Audy untuk tinggal di paviliun yang ada di rumah tersebut.

Benar kata Ibu, saat perasaan sedang kacau, beres-beres rumah adalah obat terbaik. (hal. 100)

Woow, memangnya siapa yang nggak mau sih serumah dengan 4 cowok ganteng seperti 4R itu? Oke, entah apakah Rafael sudah termasuk “lelaki” atau bukan, tapi kalau dilihat dari kebiasaannya membaca majalah Playboy tiap edisinya, bisa dikatakan bahwa Rafael cepat dewasa dibanding umurnya.

Cerita ini kocak, seru, menarik, humoris, dan kompleks dengan permasalahan seputar keluarga. Audy yang bahkan bukan siapa-siapa keluarga tersebut, di sela waktu tertentu kadang bisa ambil bagian dalam keluarga Rashad. Tokoh-tokoh yang ada juga memorable, setiap anggota keluarga 4R punya ciri khas masing-masing yang membuatnya unik dan kesan cerita semakin seru. Pokoknya, cocok dibaca untuk remaja yang suka dengan cerita seputar keluarga. Lovable!

Maksudku, bagaimana bisa melupakan orang yang setiap hari harus kulihat? (hal. 267)

by.asysyifaahs(◕‿◕✿)

4 comments:

  1. buku Orizuka memang komikal banget ya, haha, jadi pingin baca :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaps, kebayang kalau dibikin komik, lebih atraktif pastinya 😀

      Delete
  2. Yay, review kita barengan nih postingnya *toss dulu*

    Btw siapa R favoritmu?

    ReplyDelete

Review di a, Greedy Bibliophile adalah pendapat suka-suka yang sifatnya subjektif dari si empunya blog. Aku berusaha jujur, karena barang siapa jujur sesungguhnya dia masih hidup.

Aku nggak pernah memaksa kamu untuk setuju dengan pendapatku sendiri. Jangan sebel, jangan kesel, kecuali kamu mau itu menjadi beban besar yang berat ditanggung.

Boleh komentar, boleh curhat, boleh baper, tapi jangan promosi jualan obat atau agen judi bola. Tulis dengan bahasa manusia yang sopan dan mudah dimengerti ya.

Terima kasih sudah berkunjung, semoga ada cerita yang bermanfaat, jangan lupa kuenya boleh dibawa. Asal tulisan aku jangan dicomot seenak udelmu.

tertanda,

yang punya cerita

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
a book blog by @asysyifaahs