Showing posts with label Book Review. Show all posts
Showing posts with label Book Review. Show all posts

#88LoveLife Vol. 2: Your Daily Essential for Spread Good Vibes

Sunday, August 28, 2016

Sudah dari lama aku punya buku #88LoveLife, baik versi dari Vol. 01 sampai Vol. 02 yang hadir dengan kemasan fuchsia dan silver glitter-nya. Beberapa waktu lalu aku juga sempat membuat book review dari #88LoveLife Vol. 01, kali ini meski bukan sebuah review buku sebagaimana harusnya, aku mau cerita bagaimana buku yang ditulis Diana Rikasari dan diilustrasikan oleh Dinda Puspitasari ini memiliki pengaruh yang baik dalam hidupku setelah membacanya.


Aku menyukai warna pink, magenta, fuchsia, dan kawan sepermainannya, begitu melihat Vol. 02 akan terbit waktu itu, buku ini langsung nangkring jadi posisi pertama dalam wishlist-ku, dan ya... sampai saat ini aku nggak ingat sudah berapa kali aku membacanya—kadang bisa satu buku penuh dalam sekali duduk atau baca random dengan membuka halaman suka-suka.

Bagiku, #88LoveLife jadi semacam “kitab”, daily essential for always doing positive and good vibes. Aku nggak akan menolak kalau seandainya di tengah banyaknya tugas *padahal baru masuk kuliah, LOL*, disuguhkan buku ini untuk melepas penat sejenak. Bagiku, #88LoveLife jadi bacaan yang menguatkan, bahwa bukan hanya aku satu-satunya orang di dunia ini yang punya masalah sedemikian rupa, Mbak Diana, Mbak Dinda juga, dan banyak pembaca buku ini pasti memiliki permasalahan yang nggak jauh berbeda satu sama lain. Makanya, dari buku ini, aku percaya semua orang yang membacanya bisa saling memberi inspirasi.

[REVIEW] The Journey of Song Triplets - Shandy Claws

Thursday, July 7, 2016

Just looking at the boys, makes my lips form a smile. It may be three times as hard but the joy from it is three squared the amount. --Song Il Kook

The Journey of Song Triplets
Illustrator: Shandy Claws
Publisher: Penerbit Haru (Indonesian edition)
Layout and cover: Shandy Claws
Pages: 172 pages
Published: May 2016 (First printing)
Rating: 4.5/5 stars

---

The Journey of Song Triplets
DaeHan, MinGuk, ManSe, and their Dad, Song Il Kook

Although they are triplets, but their faces, acts, & personalities are different from each other. The only thing that they have in common is BIG APPETITE!!

They spend a day without their Mom and taken care by Dad’s super hands. Full of their mischievous acts, the triplets give Song Il Kook a tough but happy time.

Who doesn't know the Korean triplets that’s so funny and adorable? Yeah, they’re called Daehan Minguk and Manse, the Song Family's kids that has been entertaining us since 2014 from The Return of Superman’s series. Since in episodes of the 34th, many people loving the Korean triplets who was born out from the couple of Song Il Kook and Jung Seung Yeon. And if you know what, it's not just the people of Korea who love them, but also many other countries in the world loves Triplets, one of them are Indonesia (of course I'm in!)



Now, I won't talk about the background of Triplets, because I know you've memorized by themselves how the manners and behavior of those who are super cute and awesome. You have been watching all of TROS of Triplets, right? Well, this time, I'm gonna tell you about comic that contains Triplets’s story which is named The Journey of Song Triplets by Shandy Claws.

[REVIEW] Reasons - Aditia Yudis

Saturday, May 21, 2016

Baginya, mencegah hal-hal buruk terjadi lebih baik daripada harus mencari-cari masalah. Dalam hidup, sebuah masalah sering kali masuk tanpa permisi tanpa perlu diundang. (hal. 41)

Reasons
Penulis: Aditia Yudis
Penerbit: teen@noura
Penyunting: Ida Wadji, Jason Abdul (@jason_isme)
Penyelaras aksara: Putri Rosdiana, @kaguralian
Penata aksara: Nurhasanah (@nunu_129) 
Perancang sampul: Fahmi Ilmansyah 
Penggambar ilustrasi: Yahya Abdul Aziz 
Tebal: 332 halaman
Terbit: Juli 2013 (Cetakan I)
Ratingku: 3/5

---

Adeline dan Amber adalah dua orang siswa yang memiliki latar belakang berbeda namun punya keinginan yang sama, menjadi pemenang lomba karya tulis ilmiah agar bisa masuk kampus impian mereka dengan mudah. Keduanya sama-sama pintar, tapi kalau diibaratkan ftv, Adeline adalah tipe cewek yang nggak cukup beruntung dengan kondisi keluarga yang biasa saja, belum lagi keadaan ayahnya yang sudah meninggal membuat Adeline terpaksa menjauh dari ibunya dan tinggal di kosan. Berbeda dengan Amber yang bisa dibilang punya kondisi yang serba nyaman, meski demikian tetap saja ia sering mengeluh dengan keinginan orangtuanya yang memaksa ia untuk selalu dibanding-bandingkan dengan kakaknya, Abimantra.

[REVIEW] A Dandelion Wish - Xi Zhi

Saturday, April 16, 2016

“Jangan terlalu merasa hebat, jangan merasa bahwa dirimu mahakuasa. Terkadang kau perlu bersantai, sesekali merasa bahwa dirimu tidaklah begitu pintar. Hal itu akan membantumu untuk tumbuh lebih bijaksana.” (hal. 192)

A Dandelion Wish
Penulis: Xi Zhi
Penerjemah: Jeanni Hidayat
Penerbit: Penerbit Haru
Penyunting: Arumdyah Tyasayu
Proofreader: Yuli Yono
Cover desainer dan ilustrator isi: @teguhra
Tebal: 346 halaman
Terbit: April 2014
Ratingku: 4/5

---

Bai Qian Xun adalah seorang dokter ahli bedah jantung, di usianya yang baru 27 tahun ia sudah menjadi seorang dokter spesialis. Namun sayangnya, sikap dingin dan cueknya membuat ia tidak memiliki teman akrab. Pertemuannya dengan lelaki bernama Cheng Feng berawal ketika Bai Qian Xun hendak pulang ke apartemennya. Ketika ia memasuki pelataran parkir rumah sakit, didapatinya seorang lelaki yang tengah menyanyikan lagu blues dan duduk di atas kap mobilnya, meminta Bai Qian Xun untuk menampungnya selama satu malam.

[REVIEW] Bayangan Kematian - Lexie Xu & Erlin Cahyadi

Thursday, April 14, 2016

Jangan bersikap cemen, meski kau mengira di sekitarmu sedang tak ada orang yang melihatmu. Kenyataannya, selalu ada yang mengintai. (hal. 25)

Bayangan Kematian
Penulis: Lexie Xu & Erlin Cahyadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Desainer sampul: Orkha Creative
Tebal: 272 halaman
Terbit: 2016
Ratingku: 1/5

---

Erin Winata adalah siswi baru di SMA Harapan Nusantara. Seperti murid baru lainnya, ia harus melewati Masa Orientasi Sekolah di minggu pertamanya menjadi pelajar putih abu. Melewatkan kegiatan MOS membawanya ke salah satu bagian dari wilayah terlarang di sekolah itu, ruang musik lama. Bangunan tua yang terletak di belakang sekolah berukuran 8 x 8 meter itu menarik Erin untuk masuk ke dalamnya, sudah bisa ditebak bagaimana kondisinya yang sudah tidak terawat lagi. Namun demikian, Erin tetap berniat menjelajah bagian dalam bahkan memainkan piano yang masih berfungsi dengan cukup layak.

[REVIEW] Rahasia Gadis - R.

Thursday, March 24, 2016

Rahasia Gadis
Penulis: - R -
Penerbit: Rafikatama (Print on Demand)
Ilustrasi dan Layout: @carla_han
Tebal: 104 halaman
Terbit: Januari 2016 (Cetakan Pertama)
Rating: 5/5

---
Setiap gadis pasti punya rahasia. Setiap gadis ingin hidup bahagia. Hanya, tidak semua gadis tahu caranya. Rahasia Gadis adalah catatan kisah perjalanan, pelajaran berharga, dan kumpulan rahasia kecil yang akan menjadi semangat dalam setiap harimu. Siapa pun dan bagaimana pun keadaanmu saat ini, kalau kamu masih ingin berjuang demi impianmu dan meraih kebahagiaan dalam hidup, maka buku ini untukmu.

Rahasia Gadis adalah catatan kisah perjalananku, pelajaran berhargaku, dan rahasia hidupku. Tidak masalah kalau kamu adalah seorang pelajar, karyawan, guru, dokter, fashion designer, blogger, make up artist, atau pengacara (beneran atau pengangguran banyak acara) sekalipun. Rahasia Gadis akan menemanimu dalam perjalanan kehidupanmu dan menjadi semangat dalam setiap harimu. Kalau kamu masih berjuang demi impianmu, mendapatkan kesempatan yang lebih baik, dan meraih kebahagiaan dalam hidup, maka buku ini untukmu. A good friend knows your secret, but a best friend will live with your secrets.

[REVIEW] #AboutLove - Tere Liye + Tebak Santa SS 2015

Sunday, January 31, 2016

#AboutLove
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cover dan ilustrasi: Orkha Creative 
Tebal: 128 halaman
Terbit: 2015
Rating: 4.5/5

---

Sudah tahu #88LoveLife milik Diana Rikasari itu, yang diilustrasikan oleh Dinda Puspitasari? Selain bukunya yang hits, ternyata muncullah Vol. 02 untuk buku kutipan berilustrasi. Jadi..., semenjak aku tahu jenis buku ginian, dan belakangan belum punya waktu luang yang banyak untuk baca bacaan novel, aku lebih pilih buku yang ringan kayak gini. Lebih santai, lebih mudah selesai, dan sebenarnya bisa dibaca dari mana aja.

Nah, #AboutLove nggak jauh berbeda dengan buku yang kusebutkan di atas, berisi 100 kutipan tentang cinta. Cinta yang membuat kita memahami banyak hal, membuat kita lebih dewasa dan lebih berani bertanggung jawab, serta cinta yang akhirnya membuat manusia menjadi manusia.

[REVIEW] Passport to Happiness - Ollie

Sunday, December 27, 2015

Perjalanan telah mengajariku untuk memulai langkah pertama dalam mencari bahagia dan menemukan versi hidup sempurna yang aku cari, dalam setiap tikungannya. (hal. x)

Passport to Happiness
Penulis: Ollie
Penerbit: GagasMedia
Editor: Resita Wahyu Febiratri & Nila Suri
Penyelaras aksara: Alaine Any
Penata letak: Putra Julianto
Desainer sampul: Mulya Printis
Penyelaras desain sampul: Agung Nugroho
Ilustrator isi: Oktarina Lukitasari
Tebal: 176 halaman
Terbit: 2015 (Cetakan Pertama)

---

Aku bukan tipe anak yang suka pergi melakukan perjalanan, bukan karena nggak ingin tapi lebih tepatnya karena nggak sempat. Kadang niatnya ada, teman perjalanannya nggak ada. Ada teman perjalanannya, aku yang sibuk dengan tugas. Yah, kalau keterusan begitu, titik potongnya nggak bakal ketemu juga, iya kan?

Perjalanan ke luar kotaku juga bisa dihitung dengan jari, dan itu semua nggak terlalu berkesan buatku. Itinerary dan jadwal lainnya diatur pihak tour and travel dan itu nggak ada asyik-asyiknya. Kita nggak bisa ngerasain ribetnya ngatur jadwal, asyiknya beli tiket, atau mungkin sampai kesasar salah arah. Yah, mungkin memang belum ada yang spesial selama ini, kita tunggu kalau aku lulus SMA ya!

Kita memang tidak boleh menilai hanya dengan standar yang kita anggap biasa saja. Namun juga belajar untuk mengerti kultur dan kebiasaan orang lain. (From Moscow with Love, hal. 38)

[REVIEW] Pulang - Tere Liye

Sunday, December 20, 2015

"Hidup ini adalah perjalanan panjang dan tidak selalu mulus. Pada hari ke berapa dan pada jam ke berapa kita tidak pernah tahu, rasa sakit apa yang harus kita lalui. Kita tidak tahu kapan hidup akan membanting kita dalam sekali, membuat terduduk, untuk kemudian memaksa kita mengambil keputusan. Satu-dua keputusan itu membuat kita bangga, sedangkan sisanya lebih banyak menghasilkan penyesalan." (hal. 262)

Pulang
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Republika
Editor: Triana Rahmawati
Cover: Resoluzy
Layout: Alfian
Tebal: 400 halaman
Terbit: Oktober 2015 (Cetakan Ketiga)
Rating: ★★★★★

---

“Ingat, Bujang. Jika kau tidak membunuh mereka lebih dulu, maka mereka akan membunuhmu lebih awal. Pertempuran adalah pertempuran. Tidak ada ampun. Jangan ragu walau sehelai benang.” (hal. 153)

Tokoh utama kita bernama Bujang, remaja kusam tanpa alas kaki dari pedalaman rimba Sumatra yang bertranformasi menjadi “Si Babi Hutan”, tukang jagal nomor satu yang pandai menyelesaikan konflik tingkat tinggi. Berawal dari perburuan babi hutan di sebuah talang di Bukit Barisan, ia berhasil membunuh raja babi hutan demi menyelamatkan Tauke Muda, orang bermata sipit yang bertamu pada bapaknya. Tindakan superiornya tersebut tak ragu lagi membuat Tauke Muda mengajak Bujang pergi ke Kota Provinsi, meninggalkan bapaknya yang lumpuh di kaki dan mamak yang sulit mengikhlaskan kepergiannya.

[REVIEW] Jurus Kuliah ke Luar Negeri - Tim Penulis JKLN

Tuesday, November 10, 2015

There is a place in history waiting for you! (pg. 57)

Jurus Kuliah ke Luar Negeri: Baca Ini Kamu Pasti Kuliah ke Luar Negeri Dijamin 100%
Writer(s): Tim Penulis JKLN (Miftachudin Arjuna, Zulkhan Indra Putra, Stevan Chondra, Muhammad Izdiyan Muttaqin, Adi Atiasa)
Publisher: Inspira Book
Layouter: Gumilang Fachrizal
Cover designer: Zahrina Fanny Aditya
Pages: 302 pages
Published: August 2015 (Fifth edition)
Rating: ★★★★★

---

In my previous post, I wrote book review in English, and so now I’ll write the book review in English again. Because I think, I love to do it and it’s make me more often to use English so well—even sometime I open the translator, LMAO. Hmm, maybe not so good writing, but I’ll try, let’s get started!

Jurus Kuliah ke Luar Negeri is a book that you may know about how to school in abroad, it contain two format, hardcover book and electronic book. What’s the different are how much the content that written in each format.

[REVIEW] #88LoveLife - Diana Rikasari & Dinda Puspitasari

LOVE exists not to takeover your life and make you dependent on it. It exists to free you and make you feel better about LIFE. (#16)

#88LoveLife: 88 Thoughts on Love and Life
Writer: Diana Rikasari
Illustrator: Dinda Puspitasari
Publisher: POP (imprint of Kepustakaan Populer Gramedia)
Editor: Anida Nurrahmi
Pages: 128 pages
Published: January 2015 (Fourth printing)
Rating: ★★★★★

---

#88LoveLife that has written by the famous Indonesian fashion blogger is a compilation of Diana’ thoughts about love and life. There is contain motivation quotes with the cute and colorful illustrations by Dinda Puspitasari. Like Diana’ said, whenever you feel lonely, or need a friend to talk to, this book can be a spark of motivation, or inspiration, or even become your friend.

You can simply one sit reading when read the eighty eight good vibes in this book that written in English—full of English, but you know... there’s deep meaning for each quotes and I feel uplifting and motivating when I understand some quotes. LOL.

[REVIEW] Doriyaki - Andori Andriani

Monday, October 19, 2015

“Pikirkan baik-baik, pilihlah apa yang menurut kamu benar untuk diri sendiri, bukan karena orang lain. Jangan sampai menyesal belakangan. Hidup hanya sekali.” (hal. 82)

Judul: Doriyaki
Penulis: Andori Andriani
Penerbit: Bukune
Editor: Ry Azzura
Penyelaras akhir: Irsyad Zulfahmi
Desain cover: Arie Je
Penata letak: Erina Puspitasari
Penyelaras tata letak: Putra Julianto
Ilustrasi: Arie Je
Tebal: 144 halaman
Terbit: Juli 2015 (Cetakan Pertama)
Rating: ★★★★

---

Tahu Dorippu? Atau Andori, mungkin? Nggak tau ya, bisa jadi karena mungkin cuma anak labil kekinian yang hobi main ask.fm dan kenal Kak Dori *berarti elu labil Syif, berarti yang kenal Kak Dori sama labilnya Syif* *elu dijambak sejumlah followers doi*

Iya, Doriyaki adalah buku pertama Kak Dori yang merupakan kumpulan cerita hidupnya. Di buku ini, Kak Dori ngebahas ceritanya yang pernah tinggal dan sekolah di Jepang, kehidupan keluarganya, LDR-an Jakarta-Tokyo, sampai perintilan mimpi-mimpinya yang bikin banyak orang terinspirasi.

[REVIEW] To All The Boys I've Loved Before - Jenny Han

Sunday, October 18, 2015

Surat adalah bukti nyata yang bisa dilihat, bahwa seseorang sedang memikirkan dirinya. (hal. 129)

Judul: To All The Boys I’ve Loved Before
Penulis: Jenny Han
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Penyunting: Selsa Chintya
Proofreader: Yuli Yono
Ilustrasi isi: @teguhra
Tebal: 380 halaman
Terbit: April 2015 (Cetakan Pertama)
Rating: ★★★☆

---

Lara Jean Song Covey adalah si anak tengah dari ketiga bersaudari. Ia memiliki seorang kakak yang bijak dan rapi bernama Margot, serta adik yang manis tapi menyebalkan bernama Kitty. Bersama ayah dan dua saudarinya, ia menjalani hidup tanpa seorang ibu. Cerita diawali dari kehidupan keluarga Song Covey bersama tetangga mereka bernama Josh.

Margot yang harus melanjutkan sekolahnya, akan segera pindah untuk kuliah di Skotlandia. Dengan begitu, Lara Jean-lah yang akan bertanggung jawab dalam kegiatan sehari-hari mereka—menggantikan Gogo yang banyak berperan menjadi “ibu” bagi adik-adiknya. Sayangnya, kepergian Margot banyak mengubah kebiasaan Lara Jean, seperti kedekatan dengan Josh yang kian lama kian merenggang.

[REVIEW] Sabtu Bersama Bapak - Adhitya Mulya

Wednesday, September 23, 2015

"Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling ngisi kelemahan. Karena untuk menjadi kuat adalah tanggung jawab masing-masing orang. Bukan tanggung jawab orang lain." (hak. 217)

Judul: Sabtu Bersama Bapak
Penulis: Adhitya Mulya
Penerbit: GagasMedia
Penyunting: Resita Wahyu Febiratri
Proofreader: Yuke Ratna P. & Mita M. Supardi
Desainer sampul: Jeffri Fernando
Penata letak: Landi A. Handwiko
Tebal: 278 halaman
Terbit: 2014 (Cetakan Kelima)
Rating: ★★★★☆

---

Sabtu Bersama Bapak bercerita tentang keluarga Garnida. Pak Gunawan, seorang suami sekaligus ayah yang meninggalkan banyak rekaman video untuk anak-anaknya yang kelak akan tumbuh besar. Ditemani sang istri, Ibu Itje, ia menyiapkan nasihat dan petuah melalui cara yang tidak biasa. Semua dilakukannya untuk Satya dan Cakra (alias Saka) agar mereka siap menjalani kehidupan sebagai seorang ‘lelaki’ meski tak ada lagi sosok ayah yang menemani.

"Sulung dipaksa menjadi dewasa hanya karena kodrat mereka sulung, itu... Kakang nggak setuju." — "Seorang anak, tidak wajib menjadi baik atau pintar hanya karena dia sulung. Nanti yang sulung benci sama takdirnya dan si bungsu tidak belajar tanggung jawab dengan cara yang sama. Semua anak wajib menjadi baik dan pintar karena memang itu yang sebaiknya semua manusia lakukan." (hal. 105)

"Menjadi panutan bukan tugas anak sulung—kepada adik-adiknya. Menjadi panutan adalah tugas orangtua­—untuk semua anak." (hal. 106)

[REVIEW] Cherish Cheri - Nita Trismaya

Tuesday, September 22, 2015

Apakah masih ada yang berani bilang bahwa jarak bukan masalah? (hal. 108)

Judul: Cherish Cheri
Penulis: Nita Trismaya
Penerbit: PlotPoint
Ilustrasi sampul: Diela Maharanie
Pemeriksa aksara: Dias Rifanza
Penata aksara: Kuswanto
Desain: Teguh Pandirian
Ilustrasi: Ochidyati
Tebal: 233 halaman
Terbit: April 2013 (Cetakan Pertama)
Rating: ★★★

---

Cheri adalah siswa kelas 3 SMA di Jakarta yang sedang menjalani hubungan jarak jauh (red, LDR—Long Distance Relationship) bersama Mikka yang kuliah di Melbourne. Sama seperti pasangan LDR kebanyakan, cara mereka berkomunikasi hanya bermodalkan Skype meski sering kali terhambat dengan perbedaan waktu dan koneksi internet. Kalau Cheri lagi bangun, bisa jadi Mikka malah sedang tidur, makanya kadang kala keduanya mencuri-curi waktu hanya untuk sekadar menggugurkan perasaan rindu yang terbentang jarak ribuan kilometer itu.

Padahal untuk membuktikan cinta adalah dari tindakan, bukan serbuan kata-kata semata. (hal. 107)

Meski Mikka berada di negeri kanguru, Cheri akan selalu setia dengannya, nggak heran deh kalau sampai dia sudah punya tempat tersendiri di hati keluarga Mikka yang berada di Bandung. Contohnya saja tentang undangan dari mama Mikka yang sedang berulang tahun membuat Cheri sudah dianggap jadi bagian keluarga pacarnya itu.

[REVIEW] Stasiun - Cynthia Febrina

Monday, September 21, 2015

“Kamu harus ingat hidup adalah pertemuan dan perpisahan. Jika suatu saat kita berpisah akankah kamu mengatakan kalimat itu walau pada bayangan?” (hal. 74)

Judul: Stasiun
Penulis: Cynthia Febrina
Penerbit: PlotPoint
Penyunting: Gina S Noer, Ninus D Andarnuswari
Ilustrasi sampul: Diani Apsari
Pemeriksa aksara: Ridho Wijaya
Penata aksara: Kuswanto
Desain: Teguh Pandirian
Ilustrasi: Matahari Indonesia
Tebal: 170 halaman
Terbit: Mei 2013 (Cetakan Pertama)
Rating: ★★★

---

Adinda baru saja diputuskan Rangga yang kini telah menjadi mantan kekasihnya. Ia yang dulu akan selalu bersama Rangga tiba-tiba saja harus menghadapi kebiasaan baru dalam hal pulang-pergi dari dan ke kantor tempatnya bekerja. Dulu, Ranggalah yang senantiasa menjemput Adinda, setia dari Bogor menuju Jakarta. Namun, setelah kenyataan pahit itu, mau tidak mau Adinda harus terpaksa menaiki kereta api.

Ryan adalah seorang lelaki pekerja yang bertitel “anak kereta sejati”. Ada banyak hal yang berkaitan dengan stasiun yang sudah dikenalnya, tak luput pertemanan dengan orang-orang yang tak pernah absen menjadi penghuni di sekitar stasiun.

“Semakin disembunyikan, perasaan jatuh cinta itu semakin terlihat.” — “Oooh, saat jatuh cinta semua hal yang nggak mungkin jadi mungkin, yang nggak nyambung jadi nyambung.” (hal. 112)

[REVIEW] Sesuatu Yang Tertunda - Sky Nakayama

Sunday, September 20, 2015

“Itulah cinta, Ya. Kamu nggak akan pernah tahu kapan atau bagaimana ia bisa menghampiri kamu.” (hal. 156)

Judul: Sesuatu Yang Tertunda
Penulis: Sky Nakayama
Penerbit: PlotPoint
Penyunting: Arief Ash Sidiq
Perancang sampul: Lidia Puspita, Teguh Pandirian
Pemeriksa aksara: Rika Amelina, Dias Rifansa
Penata aksara: Kuswanto
Desain: Teguh Pandirian
Ilustrasi: Diani Apsari
Tebal: 191 halaman
Terbit: April 2013 (Cetakan Pertama)
Rating: ★★☆

---

Aria dan Arian adalah sepasang kakak-beradik yang memiliki sifat berlainan. Kakaknya, Arian, punya sikap yang lebih ramah dan supel kepada setiap orang. Sebaliknya, Aria sang adik lebih terasa cuek dan dingin, terkecuali kepada ibunya. Cerita dimulai saat mereka tak sengaja bertemu Alina yang kini menjadi tetangga baru, yang sempat Aria abaikan saat mereka berpapasan lewat kaca jendela kamarnya.

Alina adalah seorang gadis perempuan yang sudah ditinggal pergi orang-orang tersayangnya, salah satunya adalah Agung—kakaknya. Kepindahan Alina ke kompleks yang sama dengan si dua bersaudara menambah kisah dalam keseharian mereka.

...bukan dunia yang harus berubah mengikutinya, tetapi dirinyalah yang harus berubah, melebur dengan ritme waktu, tanpa harus kehilangan warna hidup yang telah membentuk dirinya. (hal. 190)

[REVIEW] The Chronicles of Audy: 4/4 - Orizuka

Thursday, September 17, 2015

Kenapa sih, di saat aku merasa hidupku sempurna, ada saja yang terjadi? Tepatnya kutukan apa sih yang nenek sihir itu dulu jatuhkan kepadaku? Apa salah ayah dan ibuku sampai aku layak mendapatkannya? (hal. 78)

Judul: The Chronicles of Audy: 4/4
Penulis: Orizuka
Penerbit: Penerbit Haru
Penyunting: Yuli Yono
Cover desainer dan ilustrator: Bambang ‘Bambi’ Gunawan
Proofreader: KP Januwarsi
Tebal: 314 halaman
Rating: ★★★★☆

---

Audy kembali lagi membawakan kronik kehidupannya bersama 4R—Regan, Romeo, Rex, dan Rafael. Ia yang masih berkutat dengan tugas skripsi yang entah kapan selesainya, hingga satu per satu masalah yang mulai muncul dari keluarga Rashad itu.

“Kalau yang kamu maksud, kamu mau menyamai dia... tentu sulit. Susah menebak jalan pikirannya. Apalagi mengejar langkahnya.” (hal. 166)

Meski masih belum selesai dengan tugas akhirnya, skripsi Audy mulai berkembang sedikit demi sedikit. Thanks God..., paling nggak dia sudah mengajukan proposal untuk TA-nya itu. Dan terimakasih untuk Rex, si maniak skripsi yang baru saja akan lulus dari SMA-nya yang banyak berperan dalam tugas akhir Audy. Hmm, kalau bukan karena dia, aku yakin Audy bakal mahasiswa abadi :P

[REVIEW] U-Turn - Nadya Prayudhi

Karin, jika cinta membuatmu gila. Itu bukan cinta namanya. (hal. 159)

Judul: U-Turn
Penulis: Nadya Prayudhi
Penerbit: PlotPoint
Penyunting: Arief Ash Shiddiq
Perancang sampul: Diela Maharani
Pemeriksa aksara: Ridho Wijaya, Ining Isaiyas
Penata aksara: Kuswanto
Desain: Teguh Pandirian
Tebal: 228 halaman
Rating: ★★☆

---

Ini adalah cerita Karin yang baru saja diputuskan oleh Bre, yang belum lama ini pernah menjadi pacarnya. Rasa marah, kecewa, dan kesal menyergapnya hingga membuat ia memutar balik kisah hidupnya—saat pertama kali mereka berkenalan.

Seandainya patah hati itu menyenangkan, tentunya semua judul dan lirik lagu di seluruh dunia harus diubah jadi macam “Thank you for leaving me”, “Happy without you”, atau “Glad we’re not together again”. (hal. 5)

Berpisah dengan Bre, membuatnya merasa tidak nyaman karena tiba-tiba saja Bre mengatakan bahwa mereka akan menikah di hadapan teman-temannya. Tidak ada yang salah, hanya saja bagi Karin ia belum siap akan pernyataan yang terlalu mendadak ini. Lagi pula, Karinlah yang merasa berhak untuk marah atas kejadian tersebut, bukan sebaliknya.

[REVIEW + GIVEAWAY] You Had Me at "Hello" - Indah Hanaco

Tuesday, September 15, 2015

“Papa ingin membuat kalian mengerti kalau tiap perbuatan itu ada konsekuensinya, entah itu perbuatan baik atau buruk.” (hal. 23)

Judul: You Had Me at “Hello”
Penulis: Indah Hanaco
Penerbit: Elex Media Komputindo
Editor: Afrianty P. Pardede
Tebal: 354 halaman
Rating: ★★★

---

Inanna dan Zora adalah sepasang kembar yang lahir dari keluarga berada. Sayangnya, hal tersebut membuat keduanya lebih banyak berfoya-foya dan sukses membuat sang ayah limbung akibat perbuatannya. Bagaimana tidak, dua orang anak melakukan keributan sekaligus yang akhirnya membuat Navid—ayah mereka—melakukan perjodohan untuk keduanya.

Ina yang masih kuliah saat itu, merasa bahwa hukuman yang diberikan ayahnya terlalu primitif. Ia tidak suka dijodoh-jodohkan, apalagi kalau harus bersama dengan Martin—anak dari teman ayahnya—yang memiliki kriteria yang tidak Ina sukai sama sekali. Yah, lagi pula siapa sih di zaman sekarang ini yang masih berpikir seperti cerita Siti Nurbaya?

Seminim-minimnya pengalaman Ina soal asmara, boleh kan kalau dia punya harapan? Bahwa suaminya kelak adalah, kalau bisa, orang yang dicintainya dengan sungguh-sungguh. Bukan "hadiah" yang disodorkan ayahnya meski dalam bungkus kado paling menyita perhatian. Pasangan itu semestinya hadiah yang berasal dari Tuhan, bukan dari manusia lain. (hal. 27)

Kekesalannya soal perjodohan membuatnya masuk ke dalam masalah yang lebih serius. Melalui kecelakaan, ia berkenalan dengan Alistair, korban yang ditabraknya sekaligus orang yang menyedot perhatian Inanna saat mereka pertama kali bertemu karena mata biru es itu. Tak disangkanya, bayaran yang harus ia balas bukanlah sejumlah uang (yang bisa saja dimintanya dari sang ayah), tapi kesepakatan dengan orang tua Alistair bahwa Ina harus bersedia menikah dengan putra mereka. Kejadian kecil memang selalu berdampak besar, kan?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
a book blog by @asysyifaahs