Love yourself, share
the love for others, and that’s how we can be powerful against the world! (hal.
285)
Penulis: Ollie (Aulia Halimatussadiah)
Penerbit: GagasMedia
Tebal: 288 halaman
Rating: ★★★★★
---
Power itu kemampuan kita dalam mengetahui potensi diri, tahu
apa yang ingin kita lakukan, dan berpegang teguh untuk make things happen. Apa sih kekuatan alias power kita dalam hidup ini?
Dalam buku ke-27-nya, Kak Ollie—aku baru sadar ada kesamaan
nama setelah membaca profilnya di cover
belakang—mengajak kita untuk mengenal lebih jauh terhadap potensi dan kekuatan
yang ada pada diri kita sendiri. Mungkin, sebagian di antara kita sudah
mengenalnya, tapi kebayang nggak sih sebenarnya masih ada banyak potensi yang
belum kita gali dan kita sadari itu?
Jadi, mengetahui apa yang kita inginkan dan paling baik
untuk kita, akan memudahkan kita untuk mengambil keputusan yang sesuai dengan
fokus hidup kita. (hal. 189)
Nah, melalui What Is Power, kita diajak berkenalan
dahulu terhadap hal terpenting apa yang ada pada diri kita ini. Kenapa harus power, kenapa harus memulainya dengan
‘kenapa’, bagaimana kekuatan visi kita, dan bagaimana menantang diri sendiri
untuk change your life. Pembuka yang
owsom banget!
“You don’t know why
you do something, that’s why you’ve never finished anything.” (hal. 7)
Selanjutnya, dalam bab
Barriers You Might Face, Kak Ollie
memotivasi kita untuk mengendalikan perasaan dan emosional yang kita miliki.
Kita nggak mau dong emosi kita nggak terkendali hanya karena kita bingung
bagaimana mengatasinya. Nah, disinilah kita bakal tahu bagaimana seharusnya
menjadi tuan dari emosi kita sendiri. Dan yang paling penting, jangan jadi
generasi ngomel!
Banyak hal yang bisa diselesaikan tanpa memaki. Kata-kata
makian tersebut lebih banyak menunjukkan karakter kita daripada orang yang kita
maki. (hal. 59)
Bab ketiga adalah
Know Our Self, kenali dulu siapa
diri kita sendiri. Siapa tahu, kita punya sejuta orang yang kita kenal baik,
tapi sendirinya masih bingung dengan
who
I am. Dalam bagian ini, kita belajar menganalisis hidup kita,
passion kita, kekuatan dan kelemahan,
potensi, dan prinsip... yang tentunya dari sudut pandang objektif. Yah, kalau
kita berkaca secara subjektif sih, apa yang dinilai pasti selalu lebih baik dan
nggak ada kurangnya.
Agree?
Cintai diri kamu sendiri dulu, sebelum kamu bisa membagi
cintamu kepada orang lain. In fact,
kamu adalah orang terpenting yang perlu kamu cinta sebelum orang lain. (hal.
110)
Selain itu ada juga bab Principle dan On Track yang
masing-masing memberdayakan kita bagaimana tahapan untuk mendapatkan tujuan apa
yang kita inginkan. Dalam Work Smart dan Enthusiasm, Kak Ollie
juga membocorkan rahasia sukses bin keren nan ajaibnya untuk terus melangkah
demi kesuksesan. Dan, yes, di bab Reliance
(to self), saatnya kita beristirahat sejenak untuk menilai kembali
terhadap apa yang telah kita lakukan sebelumnya. Adakah perubahan, atau masih
jalan di tempat aja? Aku pikir, di bab terakhir ini, bisa dikatakan sebagai
pendinginan dari step-by-step bab-bab
sebelumnya. Disini, Kak Ollie seolah mengajak kita untuk terus menyayangi diri
kita sendiri, berusaha menjadi orang yang berpikir positif, selalu gembira,
berhenti menyiksa diri sendiri, keep calm,
dan yaps, always love yourself.
Walaupun seperti buku nonfiksi-pengembangan diri
kebanyakkan—aku ingat dengan buku
Dream Catcher Kak Alanda—
The Power in You
dari Kak Ollie ini tentu punya
cita rasa
lain yang jadi khas dari buku
self-help.
Apakah itu? Satu hal yang aku rasakan adalah... Kak Ollie benar-benar
menceritakan tentang hobi,
passion,
dan bukti dari kesuksesannya selama ini.
“Tapi kan memang biasanya gitu!” Jelas yang satu ini beda, seolah aku benar-benar
yakin kalau Kak Ollie semacam role model
yang—I don’t know why—dia benar-benar
mempresentasikan aku ingin kayak dia! Yah, selain hobinya yang membaca,
menulis, berbisnis, dan traveling
itu—which is yang kedua pertama itu aku
banget—aku rasa dia bisa jadi mentor aku. Karena aku percaya, orang yang sevisi dengan kita itu selalu
mengerti. Aku tahu Kak Ollie bisa paham walau sebenarnya ini pertama
kalinya aku kenal dia (FYI, aku pernah dengar dia sebagai salah satu pencetus
kutukutubuku.com dan nulisbuku.com, pernah baca di suatu majalah, tapi nggak
inget kalau namanya ‘Ollie’).
Keistimewaan lainnya adalah, di dalam buku ini juga ada
semacam ‘lahan kosong’ untuk kita menuliskan apa-apa saja yang ingin kita
ceritakan. Dinamakan Practice artinya sebagai latihan,
sudahkah kita memahami apa mau kita, dan memahami apa yang disampaikan Kak
Ollie sebelumnya.
Intinya, dalam buku ini aku nggak lagi merasa ‘sayang’ untuk
mencorat-coret demi menuliskan dan mengisi Practice
yang ada—yah walau belum semuanya sih, dan nggak sayang melipat bukunya hanya
karena banyak kutipan menarik dan tentunya inspiratif itu.
Ada yang bilang, orang yang mencintaimu akan menerimamu apa
adanya, orang yang membencimu akan tetap membencimu, apa pun yang kamu lakukan.
Maka, berhenti menjelaskan siapa dirimu dan mulailah banyak berubat. (hal. 3)
Untuk menebar kekuatan, memotivasi orang lain, dan memberi
manfaat lebih banyak pada lingkungan sekitar, hal utama yang harus kita lakukan
adalah membuat diri sendiri kuat dahulu, baik fisik maupun mental. (hal. 19)
Maka, saat kamu menemukan masalah, bergembiralah karena ini
saatnya kamu bisa berkontribusi, mencurahkan tenaga, pikiran, dan perasaan kamu
untuk kepentingan diri sendiri dan juga orang banyak. Semangat! (hal. 24)
Setiap orang akan punya opini masing-masing tentang
bagaimana kita harus bertindak. Namun, hanya kita yang paling mengerti arah
yang ditunjukkan lentera hati kita. (hal. 27)
Life is short,
maka gunakanlah sebaik-baiknya. Di usia muda, energi dan ide kita masih
berlimpah untuk digunakan. Jadi, manfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin.
(hal. 34)
Kalau tahu apa yang kita inginkan, kita akan tetap fokus dan
membuktikan baha apa yang kita perjuangkan benar-benar berharga dan layak untuk
diteruskan. (hal. 42)
Sukses yang sesungguhnya adalah sukses harian yang kita
dapatkan dari hasil memperhatikan hal-hal kecil dalam hidup. (hal. 68)
Setiap orang harus berani bermimpi. Bermimpilah yang BESAR
sampai kita “takut” mendengar mimpi kita sendiri. (hal. 136)
Hidup terlalu singkat untuk dijalani sambil menggeret beban
begitu banyak dari hal-hal yang nggak kita perlukan, dan nggak menambah manfaat
untuk hidup kita. (hal. 151)
When you feel
something’s not right in your relationship, it probably is toxic relationship.
Talk to your trusted friend/person, mature & more experienced friends to
understand the situation. Remember: you are magnificent and you deserve true
love in a true healthy relationship. (hal. 164)
Jangan berharap orang lain akan menganggap kamu bisa
diandalkan kalau kamu bekerja asal-asalan dan nggak tepat waktu. Always be helpful and useful for someone
else. (hal. 168)
You got the idea.
Don’t let sadness occupy your mind. Get busy! Life is exciting! (hal. 202)
I’ve learned that
enthusiasme is contagious. Surround yourself with enthusiastic people. Always
try to pull yourself out of your comfortable sulking cave and shine, like total
shine with some thunderlike noises. Be like awakening storm in sunny day. Be
disruptive. That’s how you should be. (hal. 218)
Apa yang kita anggap sebuah kegagalan saat ini bisa jadi
akan menjadi pelajaran penting yang mengubah hidup kita dan menjadi kenangan
lucu di masa depan. (hal. 226)
Keberanianmu untuk berbagi pemikiran dan pengalaman, dapat
mengubah hidup orang lain ke arah yang lebih baik. Perkuat diri kamu agar bisa
menyampaikan pesan dengan lebih baik. (hal. 237)
Berhentilah menyiksa diri. Jangan jadikan diri kamu sebagai
korban. Jadikan diri kamu pemimpin bagi setiap keputusan yang kamu ambil dalam
hidup. (hal. 261)
Sesuatu yang terlihat keren itu bukan kebetulan, melainkan
hasil dari perencanaan yang matang dan kerja cerdas. (hal. 268)
by.asysyifaahs(◕‿◕✿)