“Walaupun kita nggak pacaran dalam arti sebenarnya,
setidaknya hargai aku sebagai teman kamu yang berusaha buat percaya sama kamu.”
(hal. 104)
Penulis: Gunan Ariani
Penerbit: Stiletto Book
Tebal: 272 halaman
Rating: ★★★★
---
Sejak dua tahun lalu, Raisa
telah bekerja di La Belle Interior Design. Dan, selama dua tahun itu pulalah ia
terus memendam rasa sukanya pada Bastian
yang merupakan atasannya. Kabar yang tidak baiknya adalah, banyak rumor beredar
yang mengatakan bahwa Bastian ternyata seorang gay! What?!
“Apa pun yang kamu lakuin, aku percaya itu udah jadi keputusan terbaikmu dan udah menjadi hak kamu
untuk menyimpan apa pun yang menjadi urusan privasi kamu.” (hal. 53)
“PDKT cuma buat anak remaja, Cel. Gue dengan Bastian nggak
perlu itu. Kami cuma perlu mengakui perasaan masing-masing dan biarin waktu
yang nentuin apa nantinya kami berdua bisa cocok apa nggak.” (hal. 57)
Yang lebih mengejutkan lagi adalah dengan tiba-tiba saja
Bastian menawarkan Raisa untuk menjadi pacarnya, pacar pura-puranya. Walaupun ia sudah banyak mendengar kabar burung
tentang Bastian—termasuk dari sahabatnya, Oxcel—dengan mudahnya Raisa
mengiyakan tawaran tersebut.
Di sisi lain, tujuan Raisa menerima Bastian adalah
karena ia ingin memastikan kerjasama antara La Belle dengan proyek Aphrodite
Resort tidak gagal. Ia merasa proyek yang satu ini harus sukses, setidaknya bersama
Bastian ia lebih mudah untuk membicarakan hal tersebut dengan Mr. Joseph
sebagai pengusaha dari Aphrodite Resort Bali itu.
“Saat karyamu dianggap nggak bernilai. Sedetik setelah
karyamu dihargai tinggi lalu secepat itu pula karyamu direndahkan dan nyaris
dibuang ke tempat sampah! Catat, bahkan tanpa alasan yang jelas!” (hal. 73)
Kerjasama tersebut memaksa keduanya harus pergi ke Bali,
namun banyak kejadian yang menyertai mereka saat berada disana. Mulai dari satu
kamar hotel berdua, perselisihan ‘dingin’ dengan Mr. Joseph, hingga kedatangan
Sammy yang merupakan teman lama Bastian. Selain sebagai kontraktor dari Aphrodite
Resort, hadirnya Sammy makin menambah konflik antara Raisa dengan Bastian.
Disinilah Sammy berperan sebagai laki-laki yang sudah
dianggap Abang oleh Bastian. Sayangnya, harapan Sammy selalu menginginkan lebih
dari sekadar teman atau saudara, ya Sammy menyukai Bastian. Wow! Lalu,
bagaimana ya perasaan Raisa saat mengetahui bahwa Sammy merencanakan sesuatu
terhadapnya? Apa yang akan dikatakan Bastian untuk menjelaskan semua ini? Dan
bagaimana hubungan pacar pura-pura antara Raisa dan Bastian? Baca selengkapnya
di This Guy is Mine.
***
Siapa sangka tema seperti ini bisa dikembangkan menjadi
sebuah novel? Mungkin, beberapa di antara kita sering membayangkan hubungan normal layaknya tontonan
televisi. Tapi... kebayang nggak sih kalau kita saingan memperebutkan cowok
dengan seorang gay? Wah, siapa yang
bisa mencuri hati si doi ya? Hihi...
Bastian merasa. Perempuan selalu dapat bermain-main dengan
penampilannya dan menjadi apa yang mereka inginkan. (hal. 36)
“Cewek kadang-kadang mesti dikasih hukuman. Gue kasih tahu
ya, sibukkan diri lo sesibuk yang lo bisa, sampai lo lupa buat mikirin dia, and
then as soon as possible, dia pasti bakal ngehubungin lo.” (hal. 254)
Cerita dibuka dengan percakapan antara Raisa dan Oxcel yang menggosipkan
Bastian. Yah, namanya juga orang metropolitan, wanita karier, sudah bisa
dibayangkan bagaimana aktivitas mereka di pagi hari. Di awal bab ini, kita juga
sedikit dibawa ber-flashback ke dua
tahun lalu dimana Raisa dan Bastian pertama kali bertemu. Psst, sebenarnya
mereka punya first impression yang
sama, lho.
Konflik sebenarnya bermula dari cerita Ms. Alex yang
mengatakan bahwa proyek kerjasama La Belle terancam gagal. Sebenarnya, tidak
ada yang buruk dengan konsep desain yang Raisa berikan, hanya saja kisah masa
lalu membuat Mr. Joseph dari Aphrodite Resort menjadikan hasil karya Raisa sebagai
suatu hal yang dipersalahkan. Hmm... Mr. Joseph ini ya, agak kurang profesional
gimana gitu.
FYI, sebenarnya aku suka dengan karakter Raisa yang
diceritakan dalam novel ini, easy going,
ramah, cerdas, dan kreatif lagi. Wah, pantas dong kalau Bastian memilihnya jadi
pacar pura-puranya. Selain hubungan kedua tokoh tersebut, kita juga diajak
untuk mengenal keluarga Raisa, klien Aphrodite Resort yang bekerjasama dengan
La Belle—Sammy dan Andi, dan tentu saja keluarga Bastian yang menjadi alasan
mengapa ia memilih Raisa menjadi pacarnya.
Aku bilang, apa pun dan bagaimanapun manusia itu, Tuhan
nggak pernah membeda-bedakan umat-Nya, dan Tuhan akan membantu ketika umat-Nya
ingin meminta pencerahan dan tuntunan-Nya. (hal. 129)
Walaupun masih ditemukan beberapa kesalahan penulisan kata,
tidak menghilangkan esensi cerita ini. Pengolahan tempatnya juga sudah cukup
walau masih terasa kurang bagiku *hehe, salah satunya di Bali yang
menggambarkan beberapa tempat disana. Yah, meskipun genre-nya chicklit—yang berarti
belum boleh dibaca Asyifa—nggak masalah kalau kamu penasaran sama cerita ini
*eh.
~ G I V E A W A Y T I M E ~
Heyyaa ^^ Di blog ini belum pernah bikin
giveaway lho, hihi. Terimakasih untuk
Stiletto Book yang sudah memilih
a, Greedy Bibliophile sebagai
host
blog tour. Nah, buat kamu yang penasaran kelanjutan cerita dari Raisa dan
Bastian ini, yuk ikutan! Ada 2 buku
This
Guy is Mine yang akan dibagikan kepada pembaca blog ini.
Caranya mudah kok!
- Mempunyai alamat kirim di Indonesia
- Follow twitter
@Stiletto_Book
dan
@asysyifaahs
- Follow blog
a, Greedy Bibliophile (iya, blog ini)
- Like fanspage
Stiletto Book
- Share link blog post ini di twitter dengan mention
@Stiletto_Book dan @asysyifaahs, jangan lupa sertakan
#ThisGuysIsMine ya :D
- Jawab pertanyaan
berikut di kolom komentar, sertakan nama, akun twitter, dan link share
Pertanyaan adalah “Jika kamu digosipkan sebagai penyuka sesama jenis, bagaimana reaksimu?”
Giveaway ini berlangsung dari tanggal 25 – 27 November 2014.
Pemenang diumumkan tanggal 28 November 2014 di blog ini. Jadi, jangan sampai
kelewatan ya dan ajak teman-temanmu untuk ikutan!
by.asysyifaahs(◕‿◕✿)