Showing posts with label Review 2015. Show all posts
Showing posts with label Review 2015. Show all posts

[REVIEW] Passport to Happiness - Ollie

Sunday, December 27, 2015

Perjalanan telah mengajariku untuk memulai langkah pertama dalam mencari bahagia dan menemukan versi hidup sempurna yang aku cari, dalam setiap tikungannya. (hal. x)

Passport to Happiness
Penulis: Ollie
Penerbit: GagasMedia
Editor: Resita Wahyu Febiratri & Nila Suri
Penyelaras aksara: Alaine Any
Penata letak: Putra Julianto
Desainer sampul: Mulya Printis
Penyelaras desain sampul: Agung Nugroho
Ilustrator isi: Oktarina Lukitasari
Tebal: 176 halaman
Terbit: 2015 (Cetakan Pertama)

---

Aku bukan tipe anak yang suka pergi melakukan perjalanan, bukan karena nggak ingin tapi lebih tepatnya karena nggak sempat. Kadang niatnya ada, teman perjalanannya nggak ada. Ada teman perjalanannya, aku yang sibuk dengan tugas. Yah, kalau keterusan begitu, titik potongnya nggak bakal ketemu juga, iya kan?

Perjalanan ke luar kotaku juga bisa dihitung dengan jari, dan itu semua nggak terlalu berkesan buatku. Itinerary dan jadwal lainnya diatur pihak tour and travel dan itu nggak ada asyik-asyiknya. Kita nggak bisa ngerasain ribetnya ngatur jadwal, asyiknya beli tiket, atau mungkin sampai kesasar salah arah. Yah, mungkin memang belum ada yang spesial selama ini, kita tunggu kalau aku lulus SMA ya!

Kita memang tidak boleh menilai hanya dengan standar yang kita anggap biasa saja. Namun juga belajar untuk mengerti kultur dan kebiasaan orang lain. (From Moscow with Love, hal. 38)

[REVIEW] Pulang - Tere Liye

Sunday, December 20, 2015

"Hidup ini adalah perjalanan panjang dan tidak selalu mulus. Pada hari ke berapa dan pada jam ke berapa kita tidak pernah tahu, rasa sakit apa yang harus kita lalui. Kita tidak tahu kapan hidup akan membanting kita dalam sekali, membuat terduduk, untuk kemudian memaksa kita mengambil keputusan. Satu-dua keputusan itu membuat kita bangga, sedangkan sisanya lebih banyak menghasilkan penyesalan." (hal. 262)

Pulang
Penulis: Tere Liye
Penerbit: Republika
Editor: Triana Rahmawati
Cover: Resoluzy
Layout: Alfian
Tebal: 400 halaman
Terbit: Oktober 2015 (Cetakan Ketiga)
Rating: ★★★★★

---

“Ingat, Bujang. Jika kau tidak membunuh mereka lebih dulu, maka mereka akan membunuhmu lebih awal. Pertempuran adalah pertempuran. Tidak ada ampun. Jangan ragu walau sehelai benang.” (hal. 153)

Tokoh utama kita bernama Bujang, remaja kusam tanpa alas kaki dari pedalaman rimba Sumatra yang bertranformasi menjadi “Si Babi Hutan”, tukang jagal nomor satu yang pandai menyelesaikan konflik tingkat tinggi. Berawal dari perburuan babi hutan di sebuah talang di Bukit Barisan, ia berhasil membunuh raja babi hutan demi menyelamatkan Tauke Muda, orang bermata sipit yang bertamu pada bapaknya. Tindakan superiornya tersebut tak ragu lagi membuat Tauke Muda mengajak Bujang pergi ke Kota Provinsi, meninggalkan bapaknya yang lumpuh di kaki dan mamak yang sulit mengikhlaskan kepergiannya.

[REVIEW] Jurus Kuliah ke Luar Negeri - Tim Penulis JKLN

Tuesday, November 10, 2015

There is a place in history waiting for you! (pg. 57)

Jurus Kuliah ke Luar Negeri: Baca Ini Kamu Pasti Kuliah ke Luar Negeri Dijamin 100%
Writer(s): Tim Penulis JKLN (Miftachudin Arjuna, Zulkhan Indra Putra, Stevan Chondra, Muhammad Izdiyan Muttaqin, Adi Atiasa)
Publisher: Inspira Book
Layouter: Gumilang Fachrizal
Cover designer: Zahrina Fanny Aditya
Pages: 302 pages
Published: August 2015 (Fifth edition)
Rating: ★★★★★

---

In my previous post, I wrote book review in English, and so now I’ll write the book review in English again. Because I think, I love to do it and it’s make me more often to use English so well—even sometime I open the translator, LMAO. Hmm, maybe not so good writing, but I’ll try, let’s get started!

Jurus Kuliah ke Luar Negeri is a book that you may know about how to school in abroad, it contain two format, hardcover book and electronic book. What’s the different are how much the content that written in each format.

[REVIEW] #88LoveLife - Diana Rikasari & Dinda Puspitasari

LOVE exists not to takeover your life and make you dependent on it. It exists to free you and make you feel better about LIFE. (#16)

#88LoveLife: 88 Thoughts on Love and Life
Writer: Diana Rikasari
Illustrator: Dinda Puspitasari
Publisher: POP (imprint of Kepustakaan Populer Gramedia)
Editor: Anida Nurrahmi
Pages: 128 pages
Published: January 2015 (Fourth printing)
Rating: ★★★★★

---

#88LoveLife that has written by the famous Indonesian fashion blogger is a compilation of Diana’ thoughts about love and life. There is contain motivation quotes with the cute and colorful illustrations by Dinda Puspitasari. Like Diana’ said, whenever you feel lonely, or need a friend to talk to, this book can be a spark of motivation, or inspiration, or even become your friend.

You can simply one sit reading when read the eighty eight good vibes in this book that written in English—full of English, but you know... there’s deep meaning for each quotes and I feel uplifting and motivating when I understand some quotes. LOL.

[REVIEW] Doriyaki - Andori Andriani

Monday, October 19, 2015

“Pikirkan baik-baik, pilihlah apa yang menurut kamu benar untuk diri sendiri, bukan karena orang lain. Jangan sampai menyesal belakangan. Hidup hanya sekali.” (hal. 82)

Judul: Doriyaki
Penulis: Andori Andriani
Penerbit: Bukune
Editor: Ry Azzura
Penyelaras akhir: Irsyad Zulfahmi
Desain cover: Arie Je
Penata letak: Erina Puspitasari
Penyelaras tata letak: Putra Julianto
Ilustrasi: Arie Je
Tebal: 144 halaman
Terbit: Juli 2015 (Cetakan Pertama)
Rating: ★★★★

---

Tahu Dorippu? Atau Andori, mungkin? Nggak tau ya, bisa jadi karena mungkin cuma anak labil kekinian yang hobi main ask.fm dan kenal Kak Dori *berarti elu labil Syif, berarti yang kenal Kak Dori sama labilnya Syif* *elu dijambak sejumlah followers doi*

Iya, Doriyaki adalah buku pertama Kak Dori yang merupakan kumpulan cerita hidupnya. Di buku ini, Kak Dori ngebahas ceritanya yang pernah tinggal dan sekolah di Jepang, kehidupan keluarganya, LDR-an Jakarta-Tokyo, sampai perintilan mimpi-mimpinya yang bikin banyak orang terinspirasi.

[REVIEW] To All The Boys I've Loved Before - Jenny Han

Sunday, October 18, 2015

Surat adalah bukti nyata yang bisa dilihat, bahwa seseorang sedang memikirkan dirinya. (hal. 129)

Judul: To All The Boys I’ve Loved Before
Penulis: Jenny Han
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Penyunting: Selsa Chintya
Proofreader: Yuli Yono
Ilustrasi isi: @teguhra
Tebal: 380 halaman
Terbit: April 2015 (Cetakan Pertama)
Rating: ★★★☆

---

Lara Jean Song Covey adalah si anak tengah dari ketiga bersaudari. Ia memiliki seorang kakak yang bijak dan rapi bernama Margot, serta adik yang manis tapi menyebalkan bernama Kitty. Bersama ayah dan dua saudarinya, ia menjalani hidup tanpa seorang ibu. Cerita diawali dari kehidupan keluarga Song Covey bersama tetangga mereka bernama Josh.

Margot yang harus melanjutkan sekolahnya, akan segera pindah untuk kuliah di Skotlandia. Dengan begitu, Lara Jean-lah yang akan bertanggung jawab dalam kegiatan sehari-hari mereka—menggantikan Gogo yang banyak berperan menjadi “ibu” bagi adik-adiknya. Sayangnya, kepergian Margot banyak mengubah kebiasaan Lara Jean, seperti kedekatan dengan Josh yang kian lama kian merenggang.

[REVIEW] Sabtu Bersama Bapak - Adhitya Mulya

Wednesday, September 23, 2015

"Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling ngisi kelemahan. Karena untuk menjadi kuat adalah tanggung jawab masing-masing orang. Bukan tanggung jawab orang lain." (hak. 217)

Judul: Sabtu Bersama Bapak
Penulis: Adhitya Mulya
Penerbit: GagasMedia
Penyunting: Resita Wahyu Febiratri
Proofreader: Yuke Ratna P. & Mita M. Supardi
Desainer sampul: Jeffri Fernando
Penata letak: Landi A. Handwiko
Tebal: 278 halaman
Terbit: 2014 (Cetakan Kelima)
Rating: ★★★★☆

---

Sabtu Bersama Bapak bercerita tentang keluarga Garnida. Pak Gunawan, seorang suami sekaligus ayah yang meninggalkan banyak rekaman video untuk anak-anaknya yang kelak akan tumbuh besar. Ditemani sang istri, Ibu Itje, ia menyiapkan nasihat dan petuah melalui cara yang tidak biasa. Semua dilakukannya untuk Satya dan Cakra (alias Saka) agar mereka siap menjalani kehidupan sebagai seorang ‘lelaki’ meski tak ada lagi sosok ayah yang menemani.

"Sulung dipaksa menjadi dewasa hanya karena kodrat mereka sulung, itu... Kakang nggak setuju." — "Seorang anak, tidak wajib menjadi baik atau pintar hanya karena dia sulung. Nanti yang sulung benci sama takdirnya dan si bungsu tidak belajar tanggung jawab dengan cara yang sama. Semua anak wajib menjadi baik dan pintar karena memang itu yang sebaiknya semua manusia lakukan." (hal. 105)

"Menjadi panutan bukan tugas anak sulung—kepada adik-adiknya. Menjadi panutan adalah tugas orangtua­—untuk semua anak." (hal. 106)

[REVIEW] Cherish Cheri - Nita Trismaya

Tuesday, September 22, 2015

Apakah masih ada yang berani bilang bahwa jarak bukan masalah? (hal. 108)

Judul: Cherish Cheri
Penulis: Nita Trismaya
Penerbit: PlotPoint
Ilustrasi sampul: Diela Maharanie
Pemeriksa aksara: Dias Rifanza
Penata aksara: Kuswanto
Desain: Teguh Pandirian
Ilustrasi: Ochidyati
Tebal: 233 halaman
Terbit: April 2013 (Cetakan Pertama)
Rating: ★★★

---

Cheri adalah siswa kelas 3 SMA di Jakarta yang sedang menjalani hubungan jarak jauh (red, LDR—Long Distance Relationship) bersama Mikka yang kuliah di Melbourne. Sama seperti pasangan LDR kebanyakan, cara mereka berkomunikasi hanya bermodalkan Skype meski sering kali terhambat dengan perbedaan waktu dan koneksi internet. Kalau Cheri lagi bangun, bisa jadi Mikka malah sedang tidur, makanya kadang kala keduanya mencuri-curi waktu hanya untuk sekadar menggugurkan perasaan rindu yang terbentang jarak ribuan kilometer itu.

Padahal untuk membuktikan cinta adalah dari tindakan, bukan serbuan kata-kata semata. (hal. 107)

Meski Mikka berada di negeri kanguru, Cheri akan selalu setia dengannya, nggak heran deh kalau sampai dia sudah punya tempat tersendiri di hati keluarga Mikka yang berada di Bandung. Contohnya saja tentang undangan dari mama Mikka yang sedang berulang tahun membuat Cheri sudah dianggap jadi bagian keluarga pacarnya itu.

[REVIEW] Stasiun - Cynthia Febrina

Monday, September 21, 2015

“Kamu harus ingat hidup adalah pertemuan dan perpisahan. Jika suatu saat kita berpisah akankah kamu mengatakan kalimat itu walau pada bayangan?” (hal. 74)

Judul: Stasiun
Penulis: Cynthia Febrina
Penerbit: PlotPoint
Penyunting: Gina S Noer, Ninus D Andarnuswari
Ilustrasi sampul: Diani Apsari
Pemeriksa aksara: Ridho Wijaya
Penata aksara: Kuswanto
Desain: Teguh Pandirian
Ilustrasi: Matahari Indonesia
Tebal: 170 halaman
Terbit: Mei 2013 (Cetakan Pertama)
Rating: ★★★

---

Adinda baru saja diputuskan Rangga yang kini telah menjadi mantan kekasihnya. Ia yang dulu akan selalu bersama Rangga tiba-tiba saja harus menghadapi kebiasaan baru dalam hal pulang-pergi dari dan ke kantor tempatnya bekerja. Dulu, Ranggalah yang senantiasa menjemput Adinda, setia dari Bogor menuju Jakarta. Namun, setelah kenyataan pahit itu, mau tidak mau Adinda harus terpaksa menaiki kereta api.

Ryan adalah seorang lelaki pekerja yang bertitel “anak kereta sejati”. Ada banyak hal yang berkaitan dengan stasiun yang sudah dikenalnya, tak luput pertemanan dengan orang-orang yang tak pernah absen menjadi penghuni di sekitar stasiun.

“Semakin disembunyikan, perasaan jatuh cinta itu semakin terlihat.” — “Oooh, saat jatuh cinta semua hal yang nggak mungkin jadi mungkin, yang nggak nyambung jadi nyambung.” (hal. 112)

[REVIEW] Sesuatu Yang Tertunda - Sky Nakayama

Sunday, September 20, 2015

“Itulah cinta, Ya. Kamu nggak akan pernah tahu kapan atau bagaimana ia bisa menghampiri kamu.” (hal. 156)

Judul: Sesuatu Yang Tertunda
Penulis: Sky Nakayama
Penerbit: PlotPoint
Penyunting: Arief Ash Sidiq
Perancang sampul: Lidia Puspita, Teguh Pandirian
Pemeriksa aksara: Rika Amelina, Dias Rifansa
Penata aksara: Kuswanto
Desain: Teguh Pandirian
Ilustrasi: Diani Apsari
Tebal: 191 halaman
Terbit: April 2013 (Cetakan Pertama)
Rating: ★★☆

---

Aria dan Arian adalah sepasang kakak-beradik yang memiliki sifat berlainan. Kakaknya, Arian, punya sikap yang lebih ramah dan supel kepada setiap orang. Sebaliknya, Aria sang adik lebih terasa cuek dan dingin, terkecuali kepada ibunya. Cerita dimulai saat mereka tak sengaja bertemu Alina yang kini menjadi tetangga baru, yang sempat Aria abaikan saat mereka berpapasan lewat kaca jendela kamarnya.

Alina adalah seorang gadis perempuan yang sudah ditinggal pergi orang-orang tersayangnya, salah satunya adalah Agung—kakaknya. Kepindahan Alina ke kompleks yang sama dengan si dua bersaudara menambah kisah dalam keseharian mereka.

...bukan dunia yang harus berubah mengikutinya, tetapi dirinyalah yang harus berubah, melebur dengan ritme waktu, tanpa harus kehilangan warna hidup yang telah membentuk dirinya. (hal. 190)

[REVIEW] The Chronicles of Audy: 4/4 - Orizuka

Thursday, September 17, 2015

Kenapa sih, di saat aku merasa hidupku sempurna, ada saja yang terjadi? Tepatnya kutukan apa sih yang nenek sihir itu dulu jatuhkan kepadaku? Apa salah ayah dan ibuku sampai aku layak mendapatkannya? (hal. 78)

Judul: The Chronicles of Audy: 4/4
Penulis: Orizuka
Penerbit: Penerbit Haru
Penyunting: Yuli Yono
Cover desainer dan ilustrator: Bambang ‘Bambi’ Gunawan
Proofreader: KP Januwarsi
Tebal: 314 halaman
Rating: ★★★★☆

---

Audy kembali lagi membawakan kronik kehidupannya bersama 4R—Regan, Romeo, Rex, dan Rafael. Ia yang masih berkutat dengan tugas skripsi yang entah kapan selesainya, hingga satu per satu masalah yang mulai muncul dari keluarga Rashad itu.

“Kalau yang kamu maksud, kamu mau menyamai dia... tentu sulit. Susah menebak jalan pikirannya. Apalagi mengejar langkahnya.” (hal. 166)

Meski masih belum selesai dengan tugas akhirnya, skripsi Audy mulai berkembang sedikit demi sedikit. Thanks God..., paling nggak dia sudah mengajukan proposal untuk TA-nya itu. Dan terimakasih untuk Rex, si maniak skripsi yang baru saja akan lulus dari SMA-nya yang banyak berperan dalam tugas akhir Audy. Hmm, kalau bukan karena dia, aku yakin Audy bakal mahasiswa abadi :P

[REVIEW] U-Turn - Nadya Prayudhi

Karin, jika cinta membuatmu gila. Itu bukan cinta namanya. (hal. 159)

Judul: U-Turn
Penulis: Nadya Prayudhi
Penerbit: PlotPoint
Penyunting: Arief Ash Shiddiq
Perancang sampul: Diela Maharani
Pemeriksa aksara: Ridho Wijaya, Ining Isaiyas
Penata aksara: Kuswanto
Desain: Teguh Pandirian
Tebal: 228 halaman
Rating: ★★☆

---

Ini adalah cerita Karin yang baru saja diputuskan oleh Bre, yang belum lama ini pernah menjadi pacarnya. Rasa marah, kecewa, dan kesal menyergapnya hingga membuat ia memutar balik kisah hidupnya—saat pertama kali mereka berkenalan.

Seandainya patah hati itu menyenangkan, tentunya semua judul dan lirik lagu di seluruh dunia harus diubah jadi macam “Thank you for leaving me”, “Happy without you”, atau “Glad we’re not together again”. (hal. 5)

Berpisah dengan Bre, membuatnya merasa tidak nyaman karena tiba-tiba saja Bre mengatakan bahwa mereka akan menikah di hadapan teman-temannya. Tidak ada yang salah, hanya saja bagi Karin ia belum siap akan pernyataan yang terlalu mendadak ini. Lagi pula, Karinlah yang merasa berhak untuk marah atas kejadian tersebut, bukan sebaliknya.

[REVIEW + GIVEAWAY] You Had Me at "Hello" - Indah Hanaco

Tuesday, September 15, 2015

“Papa ingin membuat kalian mengerti kalau tiap perbuatan itu ada konsekuensinya, entah itu perbuatan baik atau buruk.” (hal. 23)

Judul: You Had Me at “Hello”
Penulis: Indah Hanaco
Penerbit: Elex Media Komputindo
Editor: Afrianty P. Pardede
Tebal: 354 halaman
Rating: ★★★

---

Inanna dan Zora adalah sepasang kembar yang lahir dari keluarga berada. Sayangnya, hal tersebut membuat keduanya lebih banyak berfoya-foya dan sukses membuat sang ayah limbung akibat perbuatannya. Bagaimana tidak, dua orang anak melakukan keributan sekaligus yang akhirnya membuat Navid—ayah mereka—melakukan perjodohan untuk keduanya.

Ina yang masih kuliah saat itu, merasa bahwa hukuman yang diberikan ayahnya terlalu primitif. Ia tidak suka dijodoh-jodohkan, apalagi kalau harus bersama dengan Martin—anak dari teman ayahnya—yang memiliki kriteria yang tidak Ina sukai sama sekali. Yah, lagi pula siapa sih di zaman sekarang ini yang masih berpikir seperti cerita Siti Nurbaya?

Seminim-minimnya pengalaman Ina soal asmara, boleh kan kalau dia punya harapan? Bahwa suaminya kelak adalah, kalau bisa, orang yang dicintainya dengan sungguh-sungguh. Bukan "hadiah" yang disodorkan ayahnya meski dalam bungkus kado paling menyita perhatian. Pasangan itu semestinya hadiah yang berasal dari Tuhan, bukan dari manusia lain. (hal. 27)

Kekesalannya soal perjodohan membuatnya masuk ke dalam masalah yang lebih serius. Melalui kecelakaan, ia berkenalan dengan Alistair, korban yang ditabraknya sekaligus orang yang menyedot perhatian Inanna saat mereka pertama kali bertemu karena mata biru es itu. Tak disangkanya, bayaran yang harus ia balas bukanlah sejumlah uang (yang bisa saja dimintanya dari sang ayah), tapi kesepakatan dengan orang tua Alistair bahwa Ina harus bersedia menikah dengan putra mereka. Kejadian kecil memang selalu berdampak besar, kan?

[REVIEW] Student Guidebook for Dummies 2 - Kevin Anggara

Friday, June 26, 2015

Ada pepatah yang bilang, “pintar itu relatif, nyontek itu alternatif”. (hal. 150)

Judul: Student Guidebook for Dummies 2
Penulis: Kevin Anggara
Penerbit: Bukune
Penyunting: Ry Azzura
Penyelaras aksara: Irsyad Zulfahmi
Pendesain sampul: Ayu Widjaja
Penata letak: Erina Puspitasari
Ilustrator: Arie Je & Misterpadil
Tebal: 164 halaman
Rating: ★★★

Anak muda sekarang, siapa sih yang nggak tahu Kevin Anggara? Oke, bisa jadi sebagian di antara mereka ada yang nggak kenal. Alasannya banyak. Pertama, mereka belum pernah kenalan (aku juga sih ya—secara langsung!). Kedua, mereka nggak tahu karena nggak mau tahu atau nggak melek sosial media. Ketiga, nganggep kalau Kevin adalah adiknya Dimas Anggara. Oke, yang terakhir agak... salah besar sih ya!

Jadi anggaplah kamu semua sudah kenal Kevin Anggara ya—sebagai blogger, vlogger, vidgrammer, atau pelajar SMA yang tahun ini baru lulus. Cieee...! Kali ini, Ko Kevin menerbitkan buku keduanya lagi setelah dua tahun lamanya debut dari buku seri pertama, Student Guidebook for Dummies.

Menurut gue, percuma sekolah bagus kalo diri sendiri nggak bisa memahami pelajaran yang ada. (hal. 48)

Apa yang berbeda dari kedua seri ini? Banyak!

[REVIEW] Majo & Sady - Jung Chul Yeon

Monday, June 22, 2015

Suami-istri itu kan melakukan hal yang disukai bersama-sama. (hal. 26)

Judul: Majo & Sady
Penulis: Jung Chul Yeon
Penerjemah: Dewi Rosanti
Penerbit: Penerbit Haru
Penyunting: Arumdyah Tyasayu
Proofreader: Yuli Yono
Layout: Frendy Putra
Tebal: 300 halaman
Harga: Rp. 72.000,-
Rating: ★★★☆

Majo adalah suami yang melakukan pekerjaan rumah. Dan Sady adalah istri yang bekerja di kantor. Ini adalah cerita tentang kehidupan mereka. Pasangan suami istri yang menceritakan kehidupan sehari-hari ala masyarakat Korea umur 20-30 tahunan. Tidak ada hal yang spesial dalam kehidupan mereka, selain keseharian mereka tentunya.

Biar bagaimanapun, aku ini laki-laki... jadi aku akan bertahan. Karena Tuhan... cuma akan memberikan rasa sakit sebatas kemampuan umat-Nya saja. (hal. 21)

Di komik ini sendiri, Majo digambarkan sebagai beruang cokelat gendut dan Sady seperti kelinci putih dengan matanya yang nyalang ekspresif. Kalau diperhatikan, kisah Majo & Sady ini menceritakan kehidupan penulisnya sendiri bersama sang istri. Nama Majo diambil dari kata masochist yang membuatnya memiliki sikat penurut dan tunduk patuh pada istrinya. Begitupun dengan nama Sady yang berasal dari kata sadist mengartikan bahwa ia adalah tipe istri yang sadis, penguasa rumah tangga, namun tetap menyayangi suaminya. Ooohhh...

[REVIEW] Tears in Heaven - Angelia Caroline

Seberapapun materi yang ada di dunia ini, takkan pernah bisa menggantikan sesuatu yang telah hilang. 

Judul: Tears in Heaven
Penulis: Angelia Caroline
Penerbit: GagasMedia
Penyunting: Alit Tisna Palupi
Proofreader: Jumali Ariadinata
Desain sampul: Levina Lesmana
Penata letak: Landi A. Handwiko
Tebal: 346 halaman
Harga: Rp. 48.000,-
Rating: ★★☆

Adalah Nathan, seorang anak blasteran yang lahir dari pasangan Julia dan Anthony. Ketika masih tinggal di Bali, orangtuanya bercerai, beralasan karena Anthony telah jatuh hati pada wanita lain sesama dokter. Keterpaksaan membuat Nathan harus pindah ke Jakarta dan tinggal bersama keluarga tirinya. Kalau bukan karena kanker leukeumia yang diidapnya, tentu ia takkan pernah sudi untuk serumah bersama Tante Lidya dan si kecil Tara.

Sikap apatis Nathan tentu beralasan, memangnya siapa sih yang mau ketika ayahnya harus menikah lagi dengan orang lain sampai harus merusak rumah tangga kedua orangtuanya? Itulah kenapa Nathan lebih memilih berlama-lama di sekolah dibanding harus bertatap muka dengan ibu tirinya. Hari pertama Nathan di sekolah barunya mengenalkan ia pada seorang gadis cantik bernama Kayla. Dia yang membuat hari-hari Nathan selanjutnya lebih berwarna.

[REVIEW] Unforgiven - Eve Shi

Monday, June 15, 2015

Rumah bukan makhluk hidup yang bisa mengancam manusia. (hal. 9)

Judul: Unforgiven
Penulis: Eve Shi
Penerbit: GagasMedia
Editor: Nico Rosady
Proofreader: Tesara Rafiantika
Penata letak: Gita Ramayudha
Desain cover: Levina Lesmana
Tebal: 262 halaman
Harga: Rp. 39.000,-
Rating: ★★

Rumah hijau kedatangan penghuni baru, padahal orang-orang di kompleks itu tahu, bahwa rumah hijau bukanlah sembarang rumah. Ada banyak kabar beredar bahwa rumah tersebut angker, banyak hal yang melatarbelakanginya, mulai dari isu keluarga yang tidak harmonis, kejahatan kriminal, hingga santer terdengar pembunuhan pernah terjadi di rumah tersebut.

Lurk: To move about furtively, or wait in a concealed position. (hal. 1)

Kaylin adalah salah satu anggota keluarga yang mendiami tempat tinggal di samping rumah hijau yang sudah lama tidak ditempati itu. Meski sudah lama, ia baru merasa keanehan mulai banyak terjadi setelah Yanuar—orang yang pindah—berniat tinggal disana. Rico, sahabat Kaylin, pun merasa demikian. 

[REVIEW] Love Rebound - Satria Ramadhan

Sunday, June 14, 2015

Love is the constant passenger in my train of thoughts. And I am heading towards your station.” (hal. 205)

Judul: Love Rebound
Penulis: Satria Ramadhan Sofyan
Penerbit: Bukune
Editor: Moh. Rido
Proofreader: Irsyad Zulfahmi
Desain sampul: Ayu Widjaja
Penata letak: Erina Puspitasari
Tebal: 220 halaman
Harga: Rp. 47.000,-
Rating: ★★★☆

Siapa bilang semua pemain basket punya kehidupan yang seru dan menegangkan dalam cerita cintanya? Nggak ada yang bilang sih, intermezzo aja :P Adalah Satria Ramadhan, si anak basket rabun ayam yang punya kisah cinta ala tarik ulur. Baginya, basket bukan sekadar olahraga dan hobi, tapi juga sudah menjadi prinsip yang diterapkan dalam hidup.

Rebound effects only works in basketball not in relationships. (hal. 112)

Semua cerita dituangkannya dalam 11 bab yang nggak jauh-jauh bercerita soal teknik-teknik dalam permainan bola basket. Istilah-istilah kayak rebound, fouled out, three point, blocking, nggak bakal kerasa asing lagi lewat penyampaian Kak Satria ini. Yah, intinya cerita cinta dia nggak jauh-jauh sama teknik bola basket tadi, harus coba rebound biar dapat three point, eh dapatnya malah kena blocking. Apes!

[REVIEW] Penunggu Puncak Ancala - Indra Maulana, dkk

Sunday, May 3, 2015

Karena di dunia ini tidak ada yang benar-benar hidup, juga tidak ada yang benar-benar mati. (hal. 123)

Judul: Penunggu Puncak Ancala
Penulis: Indra Maulana, Sulung Hanum, Ageng Wuri, Acen Trisusanto, Dea Sihotang
Penerbit: Bukune
Editor: Astri Apriyani & Elly Afriani
Proofreader: Widyawati Oktavia
Penata letak: Irene Yunita
Desain sampul: Gita Mariana
Ilustrator: Nana Naung
Tebal: 208 halaman
Harga: Rp. 38.000,-
Rating: ★★★

Bagi mereka pendaki gunung, bisa kukatakan mereka adalah tipe orang yang setia. Coba aja lihat, gunung aja didaki, apalagi cintanya *tsaaah. Oke baik, lupakan kalimat tadi, karena toh buku yang akan kita bahas sekarang jauh dari hal yang nyeleneh dan sok gombal.

Penunggu Puncak Ancala adalah buku yang berisi kumpulan kisah nyata dari tiap penulis. Masing-masing menuliskan dua cerita yang berkaitan dengan pengalaman horor mereka ketika mendaki gunung. Ancala sendiri dalam bahasa Sanskerta berarti gunung. Itu kenapa sampai halaman terakhir, aku nggak menemukan 'Puncak Ancala', karena ya artinya sama saja dengan puncak gunung :D

Meski tidak semua cerita mengisahkan tentang pendakian gunung, ada beberapa cerita yang mengambil destinasi seperti Ujung Kulon, Goa Pindul, dan Danau Singkarak. Di bawah ini, akan kuceritakan salah satu dari cerita tiap penulis.

[REVIEW] Tak Kemal Maka Tak Sayang - Kemal Palevi

Saturday, May 2, 2015

Satu saran dari gue: kita akan lebih banyak belajar dari praktek di lapangan daripada hanya sekadar belajar teori. (hal. 90)

Judul: Tak Kemal Maka Tak Sayang
Penulis: Kemal Palevi
Penerbit: Bukune
Editor: Syafial Rustama
Proofreader: Moh. Rido
Penata letak: Irene Yunita
Desain sampul: Gita Mariana
Ilustrator: Arya Novrianus
Foto cover: Edward Suhadi
Tebal: 176 halaman
Harga: Rp. 40.000,-
Rating: ★☆

Kemal Palevi, anak gawl Samarinda yang hijrah ke Jakarta dan terkenal karena kegentengannya, iya genteng! Manusia terabsurd yang entah kenapa, bisa-bisanya jadi Runner Up Stand Up Comedy Indonesia 2 *dilempar unta Arab*.

Tahun 2013 lalu, comic dengan hidung mancung ini menelurkan buku pertamanya. Sama seperti komedian-komedian sejenis, makin banyak penulis yang berasal dari comic-comic SUCI. Entah karena pengin dunia baru, atau sengaja biar ketenaran mereka makin ngeksis di segala bidang. Well, aku mah senang-senang aja, asal mereka lucu.

Gue nih, paling nggak suka sama orang yang balikan. Udah tahu pernah gagal, kok nggak kapok? Heran. Ibaratnya udah tahu kalo jalan itu berlubang, eh tetap aja lo lewatin lagi. Udah pasti lo akan jatuh yang di lubang yang sama. (hal. 59)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
a book blog by @asysyifaahs