Dan yang terpenting, berdua adalah saling, bukan paling agar seimbang, bukan timpang. (hal. 181)
Judul: Analogi Cinta Berdua
Penulis: 'Oka' Dara Prayoga
Penerbit: Bukune
Editor: Syafial Rustama
Proofreader: Moh. Ridho
Layout: Irene Yunita
Desain sampul: Gita Mariana
Foto isi: Sardo M & Dara Prayoga
Foto cover: Broery
Tebal: 184 halaman
Harga: Rp. 40.000,-
Rating: ★★☆
Begitulah kalimat dalam prolog yang akan menjadi garis besar dalam buku ini. Pada Analogi Cinta Berdua, Bang Oka akan mengajak kita untuk ber-time-travelling ke fase-fase dalam pacaran, sehingga mengerucut ke dua tujuan akhir: berdua untuk bahagia atau berakhir terluka. Sudah siap?
Judul: Analogi Cinta Berdua
Penulis: 'Oka' Dara Prayoga
Penerbit: Bukune
Editor: Syafial Rustama
Proofreader: Moh. Ridho
Layout: Irene Yunita
Desain sampul: Gita Mariana
Foto isi: Sardo M & Dara Prayoga
Foto cover: Broery
Tebal: 184 halaman
Harga: Rp. 40.000,-
Rating: ★★☆
Orang yang jatuh cinta diam-diam mungkin sudah biasa merasa sendiri. Namun, semua pemuja rahasia nggak akan mau terus menerus selamanya sendiri.
Seorang pemuja rahasia juga berhak bahagia.
Orang yang jatuh cinta sendiri, keinginannya sederhana. Dia hanya ingin berdua.
Begitulah kalimat dalam prolog yang akan menjadi garis besar dalam buku ini. Pada Analogi Cinta Berdua, Bang Oka akan mengajak kita untuk ber-time-travelling ke fase-fase dalam pacaran, sehingga mengerucut ke dua tujuan akhir: berdua untuk bahagia atau berakhir terluka. Sudah siap?






