“Gue pernah beberapa kali jatuh cinta tapi belum ada yang
sekuat ini. Ini nggak bisa gue kendalikan. Sukma gue yang kosong, seperti
mendadak terisi oleh tetesan air yang menyejukkan. Gue nggak nyangka lumbung
hati gue begitu cepat terisi padi-padi cinta.” (hal. 74)
Judul: Idolku Cantik
Penulis: Dimas Abi
Penerbit: Bukune
Tebal: 230 halaman
Rating: ★★★★
Harga: Rp. 40.000,-
---
Siapa yang nggak tahu Kiko Kalingga? Semua mahasiswa di
Institut Teknologi Peradaban Jakarta mengenalnya. Bukan, dia bukanlah sejenis
maskot kampus. Dia juga bukan spesies gulma yang tumbuh di halaman rektorat.
Dia adalah pemuda yang terlahir menjadi pemimpin di kampus teknologi itu.
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Tapi, nggak ada yang tahu kalau
sebenarnya Kiko adalah... SONE alias pecinta SNSD!
Tidak ada yang boleh tahu bahwa seorang Kiko Kalingga, Presiden BEM, orang yang paling terkenal seantero Kampus, orang yang juga cukup disegani oleh kampus lain, adalah pecinta SNSD! (hal. 4)
Hanya satu orang di dunia yang tahu, Widodo alias Dodo yang
juga sekaligus sebagai teman Kiko. Teman Kiko dalam keanggotaan BEM yang hobi
bikin teh hangat bercampur serbuk putih yang berasal dari rambut gondrongnya,
apalagi kalau bukan teh hangat berketombe. Iyyyuuwwwhhh!!
“... Gravitasi ini gue definisikan sebagai arus pemikiran negatif yang ada di sekitar kita. Nah, sebagai mahasiswa kita kudu jadi pembeda, nggak boleh ikut-ikutan, harus jadi mahasiswa yang antigravitasi! Paham maksud gue, kan, Men?” (hal. 17)
Nggak ada yang tahu kalau sebenarnya Kiko sangat
mengidolakan girlband dengan sembilan perempuan cantik itu. Ia sering menyetel
musik SNSD di kamarnya, walau di luar itu ia berpura-pura membenci SNSD, yang
katanya lagu Korea adalah lagu banci, padahal di balik itu semua, ia takut
kalau-kalau Kiko malah jadi ikut berjoged.
Sampai suatu hari, ia berkenalan dengan Cantik Inapratiwi
dari kampus lain. Kiko jatuh cinta pada pandangan pertama, ia menyukai Cantik.
Sayangnya, ternyata Cantik tidak menyukai SNSD dan segala budaya Korea yang
kini makin semarak, baginya itu bisa merusak budaya Indonesia yang ada.
“Banyak riset yang bilang bahwa berteriak merupakan salah satu cara meluapkan emosi secara positif.” (hal. 130)
Nah lho, bagaimana ya jadinya kalau ternyata Kiko sendiri
pecinta SNSD? Apa Cantik akan tetap mencintai Kiko sepenuh hati? Baca
selengkapnya di Idolku Cantik.
***
Ini komedi fiksi pertama yang aku baca, dan sumpah, bukunya
bikin ngakak kejang-kejang. Dan ceritanya memang nggak biasa, tentang seorang
Presiden BEM, ketua mahasiswa yang dipandang mempunyai sikap tegas, lugas, dan
beringas tapi sayangnya suka sama SNSD. Hahah...
Ketika ditanya ke penulisnya sendiri, memang mengakui kalau
Kak Dimas ini juga SONE pecinta SNSD, makanya dia cukup tahu banyak tentang
SNSD, dan tentunya anggota-anggotanya yang cantik mulus itu macam Yoona,
Taeyeong, Seohyun, dan lain-lain.
Sayangnya, ada juga beberapa kesalahan penulisan, ya
walaupun tidak-cukup-mengganggu, tapi nggak ada salahnya buat lebih rapi kan?
Ah iya, ditambah tanggal penulisan konser SNSD yang agak kurang tepat, harusnya
kan 14 September, hehe. Tapi kalau dilihat ini fiksi, ya nggak papa sih, ya
terserah yang nulis aja lah *sewot.
Selain drop out dalam keadaan jomlo, satu hal yang paling dihindari mahasiswa adalah kuliah pagi. Kuliah pagi merupakan momok bagi yang mendefinisikan pagi adalah saat jam weker berbunyi tiga ratus dua puluh kali setelah kokok ayam pertama. (hal. 44)
Satu moral yang bakal kita pelajari adalah, bahwa sebuah
hubungan itu harus dilandasi dengan kejujuran, karena kalau pakai tanah itu
namanya dipijaki. Oke, nggak lucu, karena lebih lucuan bukunya sih :D
“Kalo udah saling jujur, kita akan menerima pasangan kita apa adanya, Mas,” (hal. 108)





