“Pro sama kontra itu biasa dalam hidup. Nggak usah berusaha menjadi disukai semua orang. Hidupmu nggak akan seru kalo semua orang menyukai kamu.” (hal. 210)
Judul: My Creepy Diary
Penulis: Ayumi Chintiami
Penerbit: Bukuné
Editor: Moh. Rido S.
Proofreader: Elly Afriani
Penata letak: Irene Yunita
Desain sampul: Evelline Andrya & Gita Mariana
Ilustrasi isi: Evelinne Andrya
Tebal: 264 halaman
Harga: Rp49000,-
Rating: ★★
---
Menjadi seorang anak indigo bukanlah pilihan, memangnya siapa yang mau memilih dan meminta Tuhan agar kita ditakdirkan menjadi anak berkemampuan sixth sense? Nggak ada yang mau. Indigo adalah berkah, namun indigo juga menjadi kutukan bagi mereka yang mengalaminya—termasuk aku mungkin.
Adalah Ayumi Chintiami, di usianya yang masih berumur 11 tahun, kemampuan tersebut pertama kali muncul saat ia keluar di malam hari. Dari pertemuan pertama itu, membuatnya tidak saja bisa melihat tapi juga berbicara dengan “mereka”. Kata orang, ketika hal itu terjadi, mungkin frekuensi antara manusia dengan makhluk astral tersebut tepat bertemu di titik perpotongan secara bersamaan.
Judul: My Creepy DiaryPenulis: Ayumi Chintiami
Penerbit: Bukuné
Editor: Moh. Rido S.
Proofreader: Elly Afriani
Penata letak: Irene Yunita
Desain sampul: Evelline Andrya & Gita Mariana
Ilustrasi isi: Evelinne Andrya
Tebal: 264 halaman
Harga: Rp49000,-
Rating: ★★
---
Menjadi seorang anak indigo bukanlah pilihan, memangnya siapa yang mau memilih dan meminta Tuhan agar kita ditakdirkan menjadi anak berkemampuan sixth sense? Nggak ada yang mau. Indigo adalah berkah, namun indigo juga menjadi kutukan bagi mereka yang mengalaminya—termasuk aku mungkin.
Adalah Ayumi Chintiami, di usianya yang masih berumur 11 tahun, kemampuan tersebut pertama kali muncul saat ia keluar di malam hari. Dari pertemuan pertama itu, membuatnya tidak saja bisa melihat tapi juga berbicara dengan “mereka”. Kata orang, ketika hal itu terjadi, mungkin frekuensi antara manusia dengan makhluk astral tersebut tepat bertemu di titik perpotongan secara bersamaan.





