[REVIEW] The Chronicles of Audy 21 - Orizuka

Tuesday, January 6, 2015

“Kamu adalah entitas yang jadi kelemahan sekaligus kekuatanku; yang membuatku merasa lebih hidup.” (hal. 294)

Judul: The Chronicles of Audy 21
Penulis: Orizuka
Penerbit: Penerbit Haru
Tebal: 308 halaman
Rating: ★★★☆

---

Setelah The Chronicles of Audy 4R, kisah seorang Audy Nagisa kini berlanjut pada The Chronicles Audy 21. Dalam 21, Audy sudah dianggap menjadi bagian keluarga 4R. Meskipun demikian, ia tetap saja Audy, si babysitter merangkap pembantu keluarga Rashad tersebut.

Setelah Audy pergi, kami langsung sadar kalau kehadiran Audy sangat penting bagi kami. Bukan sebagai pembantu ataupun babysitter, tapi sebagai... bagian dari keluarga. (hal. 9)

Audy yang merasa sudah menjadi ‘bagian dari keluarga’ tersebut tetap menjalani aktivitas kesehariannya. Ia juga mulai mengantar dan menunggu Rafael yang sudah masuk sekolah PAUD, tetap memasak untuk 4R, dan makin lama ia makin mempertanyakan, apa sebenarnya arti ‘bagian dari keluarga’ tersebut? Apakah itu artinya ia akan semakin klop bertitel ‘pembantu rumah tangga’?

“Kadang... walaupun ada hal-hal yang menurutmu benar, lebih baik kamu simpan di dalam hati. Atau sampaikan dengan cara yang lebih baik.” (hal. 84)

Menjadi ‘bagian dari keluarga’ juga membuat Audy semakin mengenal dekat Romeo dan Rex. Walaupun sebenarnya Romeo memiliki fobia aneh—takut terhadap sampo—Audy nekat untuk memandikan Romeo dengan sampo anti ketombe. Belum lagi, ramalan yang dikatakan Romeo cukup berdampak bagi cerita kehidupan Audy di dalam rumah tersebut.

Kadang aku mengharapkan suatu hal, walaupun di saat yang sama, aku berpikiran sebaliknya untuk menghindari rasa sakit yang mungkin timbul jika aku tidak mendapatkannya. Seringnya, aku tetap akan merasa sakit tanpa mengetahui bagaimana rasanya jika aku berpikiran positif. (hal. 156)

Audy yang dulu pernah menyukai Regan, kini merasa tidak lagi punya perasaan seperti itu. Kapal—ship—perasaannya sudah melayar ke kapal lain. Apalagi, saat Maura—tunangan Regan—siuman dari kondisi komanya setelah dua tahun, Audy mulai menjaga jarak untuk hal itu. Tapi tentu saja, ia masih bertanya-tanya, apa arti ‘bagian dari keluarga’ ini? Dan apa artinya pengorbanannya selama ini, mengurus rumah tangga tersebut hingga ia benar-benar mengenali kesemua anggota keluarganya? Baca selengkapnya di The Chronicles of Audy 21.

***

Sebenarnya ceritanya masih sedikit mirip dengan serial sebelumnya. Hanya saja, Rafael disini lebih lucu dan lebih humoris. Ia yang awalnya nggak mau sekolah—dan mempertanyakan untuk apa sekolah—akhirnya bisa bersekolah juga, walau dengan kondisi tertentu, seperti mengajarkan temannya main kubik-rubik yang belum tentu bisa, ibu-ibu yang dikatainya ‘Kandang Jangkrik’, sampai Rafael mau-maunya belajar menyanyi lagu anak-anak.

Rasa kekeluargaannya juga lebih terasa, walau yah ship Audy-Regan nggak muncul lagi dan digantikan dengan ship Audy-R-lain, tapi tetap memikat.

See? Wanita tidak seharusnya berpacaran—atau malah menikah—dengan pria yang lebih muda. Itu salah. Mereka hanya akan menyakiti diri mereka sendiri, mengusahakan segala untuk tetap terlihat muda sambil menyaksikan pasangan mereka yang selamanya akan lebih muda. Pria muda sudah sewajarnya berpasangan dengan gadis muda pula. (hal. 140)

Rex yang sekarang cukup terbuka dengan Audy, dan menyatakan bahwa ia sebenarnya kurang perhatian dari saudara-saudaranya. Romeo yang akhirnya mau dimandikan dengan sampo selain dengan almarhumah ibunya. Dan Regan yang kini bisa bersatu lagi dengan Maura setelah ia koma dua tahun. Waah, nggak kebayang deh ya rasanya koma dua tahun, hidup mati pun rasanya nggak jauh beda :D

Alurnya lumayan, tapi kalau soal skripsi Audy memang masih jalan di tempat sih, jadi greget pas di bagian ini. Apalagi pas Rex nawarin diri untuk ikut bantu menyelesaikan skripsi, duuh... siapa coba yang nggak mau dibantu anak SMA genius kayak Rex? Audy awas deh, biar aku aja...

Keseharian Audy juga masih sama, selain mengasuh Rafael sebagai tugas utamanya, ia tetap memasak untuk makan keempat R tersebut. Kalau dipikir-pikir, memang cukup monoton, apalagi soal Rex yang terus-terusan minum di dispenser, adegan itu pasti nggak pernah lewat.

Di awal kita disuguhkan dengan cerita humoris khas Rafael, tapi lama-kelamaan kok jadi mengharu-biru ya? Apalagi saat... ya saat-saat itulah, saat Audy mulai mempertanyakan apa arti ‘bagian dari keluarga’. Hmm, nggak salah kan ya kalau kita menunggu seri ketiga muncul lagi, dan semoga saja... skripsi Audy itu cepat selesai. Mau sampai kapan dia jalan di tempat aja? Sampai Audy dan Rex lulus kuliah bareng? Oh...

Aku tidak boleh menyerah hanya karena satu-dua komentar pedas. (hal. 40)

Ini benar-benar tidak masuk akal. Cinta bisa membuat orang tergenius sekalipun jadi gila! (hal. 109)

“Apa salahnya berharap?” — “Berharap bikin kita lebih bersemangat hidup, kan? Tentunya, sambil disertai usaha yang konkret.” (hal. 144)

Love is the desire for perpetual  possession of the good.” (hal. 293)

by.asysyifaahs(◕‿◕✿)

4 comments:

  1. Haha, bagian skripsi jalan di tempat itu emang zonk sih kalau melihat betapa rempongnya hidup Audy dibelantara dunia 4R

    ReplyDelete
  2. Ratenya cuma 3 aja, Syifa? Apa ekspektasiku sama buku seri kedua ini terlalu tinggi ya? *belum baca sih, haha*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin nggak sih, soalnya masih kerasa ada yang nyangkut, kurang sreg, tapi bagus so far :D

      Delete

Review di a, Greedy Bibliophile adalah pendapat suka-suka yang sifatnya subjektif dari si empunya blog. Aku berusaha jujur, karena barang siapa jujur sesungguhnya dia masih hidup.

Aku nggak pernah memaksa kamu untuk setuju dengan pendapatku sendiri. Jangan sebel, jangan kesel, kecuali kamu mau itu menjadi beban besar yang berat ditanggung.

Boleh komentar, boleh curhat, boleh baper, tapi jangan promosi jualan obat atau agen judi bola. Tulis dengan bahasa manusia yang sopan dan mudah dimengerti ya.

Terima kasih sudah berkunjung, semoga ada cerita yang bermanfaat, jangan lupa kuenya boleh dibawa. Asal tulisan aku jangan dicomot seenak udelmu.

tertanda,

yang punya cerita

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
a book blog by @asysyifaahs